Harvey baru aja ngenalin model AI terbaru mereka, Harvey Tenet. Penasaran apa yang bikin model ini spesial? Yuk, simak!

Jadi, Harvey baru aja ngeluncurin model AI mereka yang terbaru, namanya Harvey Tenet. Ini adalah model yang dilatih khusus untuk kerjaan hukum yang lebih panjang dan rumit. Yang menarik, Harvey Tenet ini dibangun di atas dasar model Kimi K3, tapi udah dilatih dengan metode yang canggih banget, namanya asynchronous reinforcement learning. Dengan metode ini, Harvey Tenet bisa menyelesaikan hampir dua kali lipat tugas dibandingkan model sebelumnya.

Latihan model ini nggak sembarangan, lho! Mereka menggunakan data yang bervariasi, mulai dari data hukum yang tersedia untuk umum sampai data dari ahli hukum. Yang bikin tenang, mereka bilang nggak ada data pelanggan yang dipakai dalam proses ini. Jadi, bisa dibilang ini adalah langkah yang cukup aman dan etis dalam pengembangan teknologi AI.

Nah, hasil dari pelatihan ini juga cukup menggembirakan. Harvey Tenet berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan dalam menyelesaikan tugas di benchmark hukum mereka, LAB, hingga 9 poin untuk semua tugas dan 2 poin untuk tugas kontrak. Ini artinya, model ini nggak hanya lebih cepat, tapi juga lebih akurat dalam menyelesaikan pekerjaan hukum yang kompleks.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Tapi, tunggu dulu! Meskipun hasilnya menjanjikan, Harvey Tenet masih dalam tahap preview penelitian. Jadi, belum bisa dipakai secara luas di lapangan. Mereka juga belum merilis bobot model, kartu model, atau endpoint API. Jadi, masih ada beberapa langkah yang harus diambil sebelum bisa dipakai oleh firma hukum secara komersial.

Yang menarik, meskipun Harvey Tenet belum sepenuhnya siap untuk diluncurkan, kemampuan yang didapat dari model ini ternyata bisa ditransfer ke model lain, seperti APEX Agents dan Redline Bench. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan bukan hanya sekedar menyesuaikan dengan benchmark, tapi juga membangun perilaku yang lebih baik untuk aplikasi lain.

Di sisi lain, industri hukum juga bisa mendapatkan manfaat dari teknologi ini. Dengan kemampuan untuk menyelesaikan dokumen hukum, menyusun kontrak, dan melakukan review, Harvey Tenet bisa jadi alat yang sangat berguna bagi firma hukum, terutama dalam hal efisiensi biaya dan waktu. Jadi, buat kamu yang berkecimpung di dunia hukum, ini bisa jadi berita baik!

Jadi, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, Harvey Tenet menunjukkan potensi besar untuk mengubah cara kerja di industri hukum. Kita tunggu aja perkembangan selanjutnya dari Harvey dan lihat bagaimana mereka akan mengimplementasikan teknologi ini di dunia nyata.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Harvey baru aja ngenalin model AI terbaru mereka, Harvey Tenet. Penasaran apa yang bikin model ini spesial? Yuk, simak!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MarkTechPost.

Baca artikel asli di MarkTechPost→
AIHarvey Tenetmodel AIteknologi hukum