Perplexity baru aja ngeluncurin produk baru yang bikin kerja pengacara jadi lebih gampang. Penasaran? Yuk, kita bahas!

Jadi, Perplexity baru aja ngeluncurin produk yang dinamain Computer for Counsel. Ini adalah sistem AI yang dirancang khusus buat tim hukum. Dengan produk ini, mereka bisa ngatur lebih dari 20 model AI yang berbeda, jadi kerjaan pengacara bisa lebih efisien. Bayangin aja, pengacara biasanya buang banyak waktu buat tugas administratif, dan Computer for Counsel ini langsung nargetin masalah itu.

Hasil survei dari Thomson Reuters bilang, hampir 75% pengacara menganggap tugas administratif itu jadi tantangan waktu yang gede. Nah, dengan sistem ini, mereka bisa fokus ke hal-hal yang lebih penting. Komputer ini bukan sekadar alat baru, tapi kayak layer orkestrasi yang terhubung dengan alat yang udah mereka pakai sehari-hari. Jadi, nggak perlu belajar hal baru, tinggal sambungin aja!

Computer for Counsel ini berfungsi dengan cara memecah tugas hukum jadi subtugas yang lebih kecil. Setiap subtugas ini akan diarahkan ke model AI dan sumber data yang tepat. Setelah itu, hasilnya akan disusun jadi ringkasan, memo, atau dokumen penting lainnya. Yang menarik, setiap outputnya bisa di-link ke sumbernya, jadi pengacara bisa langsung ngecek kebenarannya sebelum dipakai.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Sistem ini menggunakan lebih dari 20 model AI yang berbeda, dan secara otomatis memilih model terbaik buat setiap subtugas. Misalnya, buat riset, penalaran, atau kerja kontrak, masing-masing bisa pakai model yang berbeda. Perplexity juga terus ngupdate model-model ini supaya tetap relevan. Ini bikin pengacara nggak perlu terikat sama satu vendor AI doang.

Sumber data premium yang dipakai juga beragam, mulai dari hukum kasus di AS, data kepatuhan, sampai template kontrak. Ada juga konektor yang nyambung ke Microsoft 365 dan Google Workspace, jadi pengacara bisa langsung draft dokumen di Word atau ambil file dari SharePoint. Ini bikin kerjaan mereka jadi lebih seamless.

Contoh nyata penggunaannya adalah saat pengacara harus nge-review NDA dari pihak ketiga. Komputer ini bisa ngecek red flags, isi data yang diperlukan, dan siapin salinan bersih untuk ditandatangani. Selain itu, ada juga dashboard yang bisa dibagi untuk memantau hukum privasi di berbagai negara bagian di AS. Semuanya jadi lebih teratur dan mudah diakses.

Jadi, Computer for Counsel ini bukan sekadar alat riset hukum baru. Ini adalah layer riset, drafting, dan alur kerja yang bikin pengacara bisa lebih produktif. Dengan semua fitur ini, mereka bisa lebih cepat menyelesaikan tugas dan fokus ke klien mereka. Pastinya, ini jadi kabar baik buat dunia hukum yang semakin berkembang dengan teknologi.

Dengan semua kelebihan ini, Perplexity berharap bisa membantu pengacara di seluruh dunia untuk mengatasi tantangan yang ada. Jadi, kalau kamu seorang pengacara atau tertarik dengan teknologi hukum, produk ini bisa jadi solusi yang menarik buat kamu!

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Perplexity baru aja ngeluncurin produk baru yang bikin kerja pengacara jadi lebih gampang. Penasaran? Yuk, kita bahas!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MarkTechPost.

Baca artikel asli di MarkTechPost→
AIPerplexitypengacarastartupteknologi hukum