Kamu tahu nggak, retail sekarang lagi diubah sama AI! Tapi bukan cuma soal belanja online yang lebih canggih, lho.
Kamu pasti udah denger kan kalau AI lagi jadi tren di berbagai bidang, termasuk retail? Tapi, perubahan yang terjadi di belakang layar ini mungkin nggak kamu sadari. Bukan cuma soal fitur-fitur keren kayak coba baju virtual atau asisten belanja chatbot, tapi lebih ke cara pengambilan keputusan yang lebih efisien. Misalnya, gimana produk bisa muncul di hasil pencarian atau gimana barang-barang bergerak di rantai pasokan.
Di Macy's, mereka udah menerapkan apa yang disebut dengan pendekatan 'AI-first'. Ini bukan cuma soal nambahin teknologi pintar di atas sistem yang ada, tapi lebih ke mendesain ulang cara pengambilan keputusan. Jadi, bisnis bisa bergerak lebih cepat dan pengalaman belanja terasa lebih relevan. Menurut Murali Murugan, senior director of engineering di Macy's, ini adalah cara baru untuk membuat semua proses jadi lebih efisien.
Macy's nggak hanya menambahkan AI ke dalam alur kerja yang udah ada, tapi mereka menyematkan kecerdasan ini langsung ke dalam sistem yang mencakup personalisasi, pencarian, dan perencanaan operasional. Ini adalah bagian dari pergeseran yang lebih besar di dunia retail, dari proyek AI yang terpisah menuju sistem yang lebih terintegrasi. Jadi, semua proses bisa jadi lebih cepat dan responsif terhadap perilaku pelanggan.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Awalnya, mereka fokus pada kasus penggunaan yang berdampak besar, seperti rekomendasi pencarian dan keterlibatan pelanggan. Begitu mereka mendapatkan hasil cepat, keputusan untuk memperluas penggunaan AI jadi lebih mudah. Sekarang, mereka bahkan udah mulai masuk ke dunia conversational commerce dengan alat seperti Ask Macy's, asisten belanja yang lebih mirip stylist pribadi daripada sekadar mesin pencari. Pelanggan bisa ngobrol tentang apa yang mereka butuhkan dan dapat rekomendasi yang disesuaikan dengan preferensi mereka.
Walaupun AI udah jadi bagian penting, Macy's tetap melihatnya sebagai lapisan yang meningkatkan penilaian manusia, bukan menggantikan. Visi jangka panjang mereka adalah menciptakan pengalaman belanja yang semakin seamless dan personal, dengan sistem yang mungkin nggak pernah kamu sadari ada. Menurut Murugan, transformasi yang sebenarnya datang dari perbaikan berkelanjutan dan belajar dari kesalahan. Ini semua tentang beradaptasi dengan standar teknologi baru dan mengeksekusi dengan baik untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Jadi, siap-siap aja ya, karena retail di era AI ini bakal bikin pengalaman belanja kamu jadi lebih seru dan nyaman. Dengan semua inovasi ini, kita bisa berharap untuk pengalaman yang lebih personal dan relevan saat belanja.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Kamu tahu nggak, retail sekarang lagi diubah sama AI! Tapi bukan cuma soal belanja online yang lebih canggih, lho.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.
Baca artikel asli di MIT Technology Review AI→