Kamu pernah ngerasa AI itu jawabannya itu-itu aja? Nah, ada startup yang lagi berusaha bikin AI lebih unik dan kreatif, loh!

Pernah nggak sih kamu main sama chatbot, terus minta angka acak antara 1 sampai 10? Pasti jawabannya 7, kan? Hampir selalu! Nah, ini bukan kebetulan, tapi karena banyak model AI yang terjebak dalam pola pikir yang sama. Startup asal Australia, Springboards, punya cara buat bikin AI lebih kreatif dengan model baru yang mereka sebut Flint.

Flint ini dirancang supaya bisa memberikan jawaban yang lebih beragam daripada chatbot mainstream seperti ChatGPT atau Claude. Misalnya, kalau kamu tanya, "Ke mana saya harus pergi di Eropa?" AI biasa mungkin jawab dengan tempat-tempat yang umum, tapi Flint bisa kasih jawaban yang lebih unik dan out of the box.

Pip Bingemann, salah satu pendiri Springboards, bilang bahwa banyak model bahasa besar (LLM) saat ini lebih terfokus pada hal-hal yang biasa dan terduga. Dia juga memperlihatkan permainan angka acak ini sebagai trik penjualan mereka. Ketika dia tanya Flint, jawabannya bisa jadi 3.7916, yang jelas beda banget dari yang lain.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Ternyata, masalah ini bukan cuma di satu perusahaan doang. Penelitian menunjukkan bahwa banyak LLM dari berbagai perusahaan besar cenderung memberikan jawaban yang mirip ketika ditanya pertanyaan terbuka. Misalnya, saat diminta membuat metafora tentang waktu, banyak yang jawab, "Waktu adalah sungai." Ini menunjukkan bahwa AI bisa terjebak dalam pola yang sama.

Flint berusaha untuk memecahkan masalah ini dengan cara yang unik. Mereka melatih modelnya untuk menyuntikkan elemen acak di titik-titik tertentu dalam jawabannya. Jadi, alih-alih mengacak semua jawabannya, Flint hanya mengacak di bagian yang bisa lebih beragam. Ini bikin jawaban yang dihasilkan jadi lebih menarik dan nggak monoton.

Zoe Scaman, pendiri startup strategi bisnis, udah nyobain Flint dan bilang bahwa model ini bisa membawanya ke arah yang berbeda. Misalnya, saat ditanya tentang cara mengubah perusahaan keuangan untuk generasi muda, Flint memberikan ide yang lebih segar dibandingkan model lain yang terjebak pada jawaban yang biasa.

Tapi, meskipun Flint punya potensi, Bingemann dan timnya tetap ingat untuk nggak terlalu mengandalkan AI. Mereka percaya bahwa kreativitas manusia tetap penting dan AI seharusnya jadi alat bantu, bukan pengganti. "Kita perlu variasi untuk memicu ide-ide baru," kata Bingemann.

Jadi, buat kamu yang sering berinteraksi dengan AI, jangan kaget kalau jawaban yang kamu dapat kadang terasa monoton. Dengan adanya inovasi seperti Flint, harapannya AI bisa jadi lebih kreatif dan membantu kamu menemukan ide-ide baru yang lebih segar.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Kamu pernah ngerasa AI itu jawabannya itu-itu aja? Nah, ada startup yang lagi berusaha bikin AI lebih unik dan kreatif, loh!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review AI.

Baca artikel asli di MIT Technology Review AI→
AIkreativitasstartup