Anthropologie resmi kolaborasi sama Nike buat sneakers. Pembeli naik hampir 30%, retailer ini makin serius.

Kalau kamu ngira Anthropologie cuma soal blouse bunga dan dress boho, siap-siap ketuker pikiran. Retailer yang terafiliasi sama Urban Outfitters ini lagi serius main di kategori sneakers, dan sekarang mereka dapet partner gede: Nike. Kolaborasi ini bakal jalan bertahap, dimulai dari sembilan siluet pertama yang udah rilis Senin kemarin, dan sisanya menyusul paling lambat 21 September.

Buat Nike sendiri, kolab ini cukup menarik soalnya distribusi sneakers lewat retailer fashion non-athletic masih termasuk langka. Biasanya mereka lebih ngandelin Nike SNKRS, Foot Locker, atau Nike Direct. Lewat Anthropologie, Nike bisa nyentuh segmen pembeli yang biasanya beli sneakers buat gaya harian, bukan buat lari marathon.

Sneakers diam-diam jadi mesin cuan baru mereka

Data yang dibocorin ke Glossy cukup mencolok: jumlah orang yang dateng ke Anthropologie khusus buat beli sneakers naik hampir 30% selama setahun terakhir. Menurut Jessica Irick Peek, General Merchandise Manager footwear dan accessories, sneakers sekarang jadi salah satu growth driver terbesar mereka. Padahal dulu, kategori ini mungkin cuma jadi pelengkap di antara deretan tas dan sepatu flat.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Angka 30% itu bukan kenaikan tipis, apalagi buat retailer yang bisnis intinya ada di apparel dan home goods. Sneakers emang lagi jadi primadona di banyak retailer fashion — dari Target sampai J.Crew juga ngejar kategori ini. Bedanya, Anthropologie sekarang punya amunisi tambahan lewat nama Nike buat narik perhatian lebih gede lagi.

Bukan cuma rilis produk, ada campaign digital gede di belakangnya

Anthropologie nggak asal lempar produk ke rak. Mereka rencanain full digital campaign buat nemenin peluncuran ini. Artinya kamu bakal liat konten di Instagram, TikTok, email, kemungkinan paid ads, sampai kemungkinan besar kerja sama sama fashion influencer buat ngenalin siluet-siluet barunya. Strategi ini nunjukin mereka ngerti banget kalo sneakers itu bukan cuma produk — tapi juga konten visual yang worth dipromosiin.

Yang juga menarik: peluncuran bertahap dari sembilan siluet dengan jeda waktu ke 21 September bikin hype-nya bisa bertahan lama. Retailer yang sering ngeluarin koleksi besar sekaligus sering kehilangan momentum karena semua orang udah move on. Dengan drop model begini, mereka bisa jaga percakapan di media sosial tetap hidup selama berminggu-minggu.

Buat kamu yang ngikutin pasar sneakers, ini worth diperhatiin

Kolaborasi kayak gini ngasih sinyal kalo batas antara athletic brand dan fashion retailer makin kabur. Nike yang biasanya sangat protektif sama channel distribusi sendiri, sekarang mau turun ke retailer yang image-nya bukan athletic banget. Buat kamu yang hobi koleksi sneakers, kemungkinan besar ke depan bakal makin sering liat Nike muncul di tempat yang nggak biasa. Buat kamu yang kerja di industri ritel, ini contoh bagus gimana cara manfaatin momentum kategori buat dapet partner yang selama ini di luar jangkauan.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday→
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss