Kamu tahu nggak, brand trip yang glamor itu sekarang lagi dipertanyakan. Ada yang lebih seru dan nyata yang muncul, lho!

Jadi, baru-baru ini ada keributan tentang brand trip yang diadakan OpenAI di New York. Sekitar 30 kreator diundang ke sebuah resor mewah, makan makanan dari kebun, dan belajar cara beternak lebah. Awalnya sih terlihat keren, tapi ternyata banyak yang protes. Ini jadi tanda bahwa brand trip yang glamor itu udah nggak relevan lagi, dan butuh perubahan.

Protes ini muncul karena banyak orang merasa brand trip yang terlalu mewah dan terkurasi justru menjauhkan dari yang namanya autentisitas. Kreator itu kan biasanya diharapkan bisa memberikan sesuatu yang nyata dan tidak terikat skrip. Tapi, kalau mereka malah diajak ke resor mahal untuk kegiatan yang terkesan dibuat-buat, ya wajar kalau banyak yang nggak suka.

Bahkan, beberapa kreator yang diundang sampai menghapus postingan mereka setelah protes itu. Ada juga yang mengunci kolom komentar mereka. Victoria Bachan, CEO dari agensi manajemen kreator Hyphen HQ, bilang, "Orang-orang lagi kesulitan. Jika ekonomi kreator adalah cermin dari ekonomi yang lebih luas, kamu nggak bisa cuma duduk di luar dan terpisah dari itu, kamu harus hidup di dalamnya."

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Jadi, apa yang bisa kita ambil dari sini? Pertama, brand harus lebih peka terhadap situasi yang dihadapi oleh kreator dan audiens mereka. Kedua, format brand trip perlu diubah jadi lebih asli dan engaging, bukan sekadar glamor. Mungkin bisa dengan mengajak kreator untuk berkolaborasi dalam proyek yang lebih bermakna, bukan cuma sekadar liburan mewah.

Kita juga perlu ingat bahwa audiens sekarang lebih pintar dan kritis. Mereka bisa membedakan antara konten yang tulus dan yang hanya sekadar iklan. Jadi, kalau brand mau tetap relevan, mereka harus beradaptasi dan menciptakan pengalaman yang lebih nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, ini jadi pengingat buat semua brand dan kreator bahwa kolaborasi yang baik itu harus saling menguntungkan dan berakar dari kejujuran. Jadi, siap-siap untuk format baru yang lebih segar dan menarik, ya!

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Kamu tahu nggak, brand trip yang glamor itu sekarang lagi dipertanyakan. Ada yang lebih seru dan nyata yang muncul, lho!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday→
OpenAIautentisitasbrand tripkreatorpemasaran