Di Cannes tahun ini, penerbit lagi ngebahas siapa yang bakal bayar untuk web terbuka di dunia AI. Yuk, simak lebih lanjut!
Jadi, di Cannes tahun ini, penerbit bukan cuma datang buat pamer ke klien dan sponsor. Mereka lagi ngumpul buat ngebahas dua pertanyaan penting: siapa yang bakal bayar untuk web terbuka di dunia AI, dan apakah pembelian media yang lebih mandiri itu beneran solusi atau cuma pajak iklan yang baru dibungkus? Seru, kan?
Banyak penerbit sekarang mulai nge-pack dan jual visibilitas AI, yang dikenal juga dengan GEO, ke pengiklan merek. Ini jadi tren baru yang bikin banyak orang penasaran. Apakah ini bakal jadi sumber cuan baru atau hanya hype belaka? Kita lihat aja nanti.
Penske Media juga baru aja ngambil alih sisa aset Vox Media, termasuk Eater, The Verge, The Dodo, Popsugar, dan SB Nation. Ini jadi langkah besar di industri, dan semua orang lagi nunggu efeknya. Apakah ini bakal bikin pasar iklan lebih kompetitif atau justru bikin rumit?
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Di Croisette, obrolan di antara para penerbit terasa beda dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun rosé masih mengalir, ada kekhawatiran yang lebih dalam. Banyak yang pengen memisahkan antara hype dan kenyataan. Soalnya, sejak CES di Januari, banyak noise yang bikin bingung.
Jadi, pertanyaannya, apakah semua buzz tentang AI dan pembelian media mandiri ini bisa jadi nyata? Atau cuma sekadar jargon yang bikin kita semua pusing? Penerbit-penerbit ini lagi berusaha menemukan jawabannya, dan itu jadi topik hangat di Cannes kali ini.
Intinya, Cannes tahun ini bukan cuma soal pamer, tapi juga soal mencari jalan keluar di tengah perubahan yang cepat. Penerbit harus pintar-pintar nyari cara buat tetap relevan dan cuan di era AI yang makin mendominasi.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Di Cannes tahun ini, penerbit lagi ngebahas siapa yang bakal bayar untuk web terbuka di dunia AI. Yuk, simak lebih lanjut!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→