Kreator kini jadi bagian penting dalam strategi brand di era pencarian AI. Apa sih yang bikin mereka jadi sorotan?

Jadi gini, sekarang ini banyak brand yang mulai ngincar perhatian di pencarian AI. Soalnya, orang-orang lebih sering belanja lewat chatbot AI. Nah, di sinilah kreator masuk, mereka diharapkan bisa bikin nama brand lebih dikenal di depan para pembeli. Keren, kan?

Dulu, brand biasanya cuma ngomongin diri mereka sendiri lewat SEO tradisional dan iklan berbayar. Tapi sekarang, di era pencarian AI, LLMs (Large Language Models) malah nyari informasi dari media sosial, blog, dan situs lain yang bukan milik brand itu. Jadi, brand harus lebih pintar buat nyelipin nama mereka di situ.

Joe Gagliese, CEO Viral Nation, bilang bahwa mesin pencari AI lebih suka informasi yang mudah diakses dan autentik. Jadi, mereka lebih percaya sama ulasan positif dari kreator ketimbang apa yang brand bilang tentang diri mereka. Ini bikin kreator jadi makin penting dalam strategi pemasaran.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Kreator yang punya pengaruh besar di media sosial bisa bikin brand lebih terlihat. Misalnya, kalau mereka merekomendasikan produk tertentu, kemungkinan besar followers mereka bakal tertarik buat beli. Ini jadi win-win solution, kreator dapat cuan, brand dapat eksposur.

Tapi, bukan berarti semua kreator bisa langsung diajak kerjasama. Brand harus pintar-pintar milih kreator yang sesuai dengan nilai dan audiens mereka. Jangan sampai salah pilih, soalnya bisa berakibat buruk buat citra brand itu sendiri.

Jadi, buat kamu yang lagi ngelola brand atau mau jadi kreator, penting banget untuk ngerti bagaimana cara kerja pencarian AI ini. Dengan memahami tren ini, kamu bisa lebih siap buat bersaing di pasar yang semakin ketat.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Kreator kini jadi bagian penting dalam strategi brand di era pencarian AI. Apa sih yang bikin mereka jadi sorotan?

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday→
AIbrandkreatorpemasaran