Belanja iklan TikTok naik 20-40% di musim back-to-school. Simak kenapa merek mulai geser budget dari platform lain ke short video.

Kalau kamu kira back-to-school cuma soal beli seragam dan tas baru, siap-siap kaget. Buat para pelaku periklanan, periode ini udah jadi arena pertarungan budget yang makin seru tiap tahunnya. Data terbaru dari Tinuiti nunjukin bahwa banyak merek yang naikin belanja iklan di TikTok cukup drastis selama musim panas — antara 20 sampai 40 persen dibanding tahun lalu.

Jack Johnston, VP Social Innovation and Growth di Tinuiti, bilang ke Digiday bahwa khusus di TikTok, rata-rata pengeluaran naik sekitar 20% year-over-year buat periode Juli-Agustus. Bukan cuma naik, porsi TikTok dari total belanja social media klien mereka juga melonjak sampai 55% di dua bulan tersebut. Angka yang gede banget buat platform yang dulunya cuma dianggap "tempat anak-anak joget".

Kenapa TikTok jadi ladang baru para pengiklan

Jawabannya simpel: attention. Di tengah ramainya konten short-form, TikTok berhasil nahan mata pengguna lebih lama — dan itu bikin brand ngantri buat pasang iklan. Buat momen back-to-school, daya tarik ini makin kenceng karena orang tua dan pelajar sama-sama aktif scroll lagi nyari referensi produk.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Gara-gara engagement-nya yang tinggi, ROI yang diraup dari TikTok sering kali ngalahin platform lain. Jadi masuk akal banget kalo brand rela geser budget dari channel yang udah成熟 (maaf, typo — maksudnya matang) ke platform yang lagi naik daun ini.

YouTube dan search masih dicintai

Tapi tenang, bukan berarti TikTok ngambil alih semuanya. Laporan yang sama nunjukin kalau YouTube dan search ads (Google) juga masih dapet tambahan investasi selama musim panas. Artinya, brand nggak cuma fokus di satu platform — mereka nyebar tapi ngasih porsi lebih gede ke yang performanya lagi bagus.

Strategi ini sebenernya masuk akal banget. Diversifikasi itu penting, tapi alokasi ekstra ke TikTok di periode krusial kayak back-to-school cuma akal sehat doang. Soalnya momen ini emang window of opportunity yang sayang banget buat dilewatin.

Back-to-school makin panjang, bukan cuma sebulan

Salah satu insight menarik dari tren ini: periode back-to-school udah nggak kayak zaman dulu yang cuma jadi momen singkat di awal tahun ajaran. Sekarang, banyak retailer dan brand yang memperpanjang periode promo sampai berminggu-minggu, bahkan hampir dua bulan. Hasilnya, belanja iklan juga jadi lebih sustained — bukan sprint, tapi marathon.

Buat kamu yang kerja di marketing atau punya brand sendiri, ini artinya kamu harus mikirin strategi back-to-school lebih awal dan lebih panjang. Nunggu sampai Agustus baru geraknya udah kemahalan — kompetitor udah keliling TikTok dari Juli.

Praktiknya gini: kalau target market kamu Gen Z atau keluarga muda, siapin konten TikTok dari awal Juli. Mix-in search ads buat capture intent tinggi, dan YouTube buat brand awareness. Kuncinya bukan ngandelin satu platform doang, tapi tau kapan harus push lebih keras di mana.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday→
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss