Persil, merek deterjen dari Unilever, lagi sibuk sponsori Arsenal dan F1 Academy. Penasaran gimana mereka ngukur dampaknya?
Jadi, kamu tahu kan kalau Persil, merek deterjen dari Unilever, lagi gencar banget sponsori berbagai acara olahraga? Mereka baru-baru ini jadi sponsor Arsenal dan juga F1 Academy, yang merupakan cabang balap mobil khusus cewek. Nah, yang menarik adalah, gimana sih mereka ngukur dampak dari semua sponsorship ini? Soalnya, banyak brand yang ngeluarin duit gede untuk sponsorship, tapi kadang susah banget buat tahu seberapa efektifnya.
Persil ini punya strategi yang cukup unik. Mereka nggak cuma fokus pada eksposur doang, tapi juga pengen tahu seberapa besar pengaruh sponsorship itu terhadap keputusan beli konsumen. Misalnya, mereka pengen produk mereka lebih diingat oleh keluarga-keluarga di pinggiran kota. Jadi, mereka bakal ngeluncurin kampanye yang seru, termasuk melibatkan Usain Bolt! Bayangkan, iklan yang ada Bolt-nya pasti bikin orang lebih inget sama Persil.
Nah, untuk ngukur dampaknya, mereka bakal lihat berbagai faktor. Mulai dari seberapa sering orang-orang lihat iklan mereka, sampai seberapa banyak yang jadi beli setelah lihat iklan. Gak cuma itu, mereka juga bakal bandingin data dari berbagai olahraga yang mereka sponsori. Jadi, bisa dibilang, ini kayak proyek besar buat ngumpulin data dan analisis.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Sponsorship di dunia olahraga itu emang tricky. Setiap olahraga punya budaya dan penggemar yang beda-beda. Misalnya, fans sepak bola itu beda banget sama fans balap mobil. Jadi, Persil harus pintar-pintar dalam menyesuaikan pesan mereka agar bisa nyambung dengan berbagai kalangan. Ini jadi tantangan tersendiri buat tim marketing mereka.
Dengan semua langkah ini, Persil berharap bisa meningkatkan niat beli konsumen. Mereka mau produk mereka bukan cuma dikenal, tapi juga diinget sebagai pilihan utama saat orang mau beli deterjen. Dan yang paling penting, mereka pengen orang-orang ngerasa bahwa produk mereka itu berkualitas tinggi, sama seperti performa di olahraga yang mereka dukung.
Jadi, buat kamu yang penasaran, sponsorship itu bukan sekadar iklan doang. Ada banyak strategi dan analisis yang dilakuin untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarin bisa balik cuan. Persil ini contohnya, mereka bener-bener serius dalam ngukur dampak dari sponsorship mereka. Pasti seru banget lihat hasilnya nanti!
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Persil, merek deterjen dari Unilever, lagi sibuk sponsori Arsenal dan F1 Academy. Penasaran gimana mereka ngukur dampaknya?
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→