Penerbit bikin sistem baru SPUR untuk kontrol penggunaan konten oleh AI. Gimana sih cara kerjanya?
Jadi gini, setelah bertahun-tahun nonton AI ngambil konten jurnalistik mereka kayak ambil makanan gratis di buffet, para penerbit akhirnya ngumpul bareng. Mereka bikin sebuah inisiatif yang dinamakan SPUR, yang fokus banget buat ngubah cara AI akses konten mereka. Gak mau lagi konten mereka diambil sembarangan, mereka pengen kontrol penuh atas pemakaian konten itu.
SPUR ini resmi diluncurin bulan Maret kemarin, dan baru-baru ini mereka udah dapet anggota pendiri pertama dari AS, yaitu Associated Press. Berbeda dari standar-standar sebelumnya yang biasanya dibikin sama badan iklan atau perusahaan teknologi besar, SPUR ini bener-bener dikelola oleh penerbit. Tujuannya jelas: bikin sistem lisensi yang transparan dan berbasis penggunaan, jadi penerbit bisa dapat cuan dari konten mereka yang dipake AI.
Dengan adanya SPUR, penerbit berharap bisa melindungi konten mereka dan juga mendapatkan imbalan yang layak. Ini penting banget soalnya banyak banget konten yang diambil tanpa izin, dan penerbit merasa dirugikan. Jadi, mereka mau bikin aturan yang jelas supaya semua pihak bisa untung, termasuk AI yang butuh konten berkualitas.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Sistem ini juga bisa jadi contoh buat penerbit lain di seluruh dunia. Dengan memanfaatkan teknologi, mereka bisa lebih mudah melacak dan mengontrol bagaimana konten mereka digunakan. Ini bukan cuma soal uang, tapi juga soal hak atas karya yang mereka buat. Mereka pengen suara mereka didengar dan dihargai.
Mungkin kamu bertanya-tanya, gimana sih cara kerja SPUR ini? Nah, sistem ini bakal ngumpulin data tentang bagaimana AI mengakses dan menggunakan konten. Jadi, setiap kali konten mereka dipakai, ada catatan yang jelas. Dengan begitu, penerbit bisa tahu berapa banyak konten yang diambil dan bisa menagih sesuai dengan penggunaan yang terjadi. Gak ada lagi yang namanya ambil tanpa izin!
Intinya, SPUR ini adalah langkah besar buat penerbit dalam menghadapi tantangan di era digital. Mereka pengen memastikan bahwa konten yang mereka hasilkan dihargai dengan baik. Jadi, kita tunggu aja deh, gimana perkembangan sistem ini ke depannya dan apakah bakal diadopsi oleh penerbit lain.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→