Sticki Rolls lagi ngebangun brand collectible yang hits di kalangan Gen Alpha lewat YouTube. Penasaran gimana caranya?

Jadi, Sticki Rolls ini adalah brand mainan yang baru muncul di 2024. Mereka langsung ngehits berkat video unboxing dan trading haul di YouTube. Bayangkan aja, dalam waktu singkat, mereka udah dapet lebih dari satu miliar view! Gila kan? Ini jadi langkah awal mereka buat jadi brand collectible yang dicari-cari anak-anak.

Awalnya, Sticki Rolls meluncurkan buku stiker mereka di toko mainan khusus dan Amazon. Setelah itu, mereka masuk ke Target, dan di akhir 2025, mereka berhasil nyebur ke Walmart, yang jadi retailer terbesar mereka. Sekarang, Sticki Rolls udah ada di lebih dari 60 negara! Gimana bisa secepat itu? Ternyata, mereka pinter banget memanfaatkan hype di media sosial.

Tahun lalu, Sticki Book of stickers mereka bahkan dapet penghargaan sebagai Creative Toy of the Year di U.K. Toy Industry Awards. Ini jadi bukti kalau strategi mereka bener-bener berhasil. Mereka nggak cuma jualan mainan, tapi juga bikin komunitas di sekitar brand mereka, yang bikin anak-anak ngerasa terhubung.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Dengan semua keberhasilan ini, Sticki Rolls sekarang lagi fokus ke saluran baru. Mereka pengen terus ngebangun buzz di YouTube dan bikin pop-up event yang seru. Ini bukan cuma tentang jualan, tapi juga tentang pengalaman. Anak-anak sekarang pengen lebih dari sekadar mainan; mereka mau terlibat dan jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Jadi, buat kamu yang penasaran, Sticki Rolls ini udah bener-bener jadi contoh sukses gimana cara memanfaatkan platform digital untuk menjangkau generasi muda. Mereka ngerti banget apa yang diinginkan Gen Alpha dan berusaha untuk terus berinovasi. Ini jadi pelajaran penting buat brand lain yang mau sukses di era digital ini.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Sticki Rolls lagi ngebangun brand collectible yang hits di kalangan Gen Alpha lewat YouTube. Penasaran gimana caranya?

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday→
Gen AlphaYouTubemainanstrategi pemasaran