US Bank baru saja menandatangani kesepakatan sponsorship dengan NFL. Langkah ini bagian dari strategi mereka untuk lebih dekat dengan budaya populer dan kalangan muda.
US Bank baru-baru ini mengumumkan kerja sama sponsorship dengan NFL. Ini bukan sekadar tambahan logo di jersey pemain, tapi langkah besar dalam evolusi brand mereka.
CMO Michael Lacorazza yang memimpin strategi ini punya visi jelas. Dia ingin bank ini relevan bukan cuma saat kamu cek saldo, tapi juga saat nonton Super Bowl bareng teman-teman.
Yang menarik, mereka mengangkat Fernando Mendoza—calon top draft pick NFL—as Chief Financial Playmaker. Posisi ini dibuat khusus, bukan jabatan formal di struktur perusahaan.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Jadi apa tugas Mendoza? Dia bakal jadi wajah kampanye yang menghubungkan dunia keuangan dengan gaya hidup penggemar sepak bola. Bayangkan tips finansial yang disampaikan oleh atlet yang kamu idolakan.
Strategi ini menunjukkan perubahan besar dalam industri perbankan. Dulu bank bersaing lewat suku bunga dan jaringan ATM. Sekarang, mereka berebut perhatian lewat budaya dan hiburan.
Lacorazza menyebut ini sebagai 'cultural evolution'. Artinya, US Bank sadar kalau generasi muda—termasuk kamu—lebih peduli brand yang ngerti passion mereka.
NFL punya basis penggemar yang masif dan loyal. Data menunjukkan liga ini konsisten jadi acara TV paling banyak ditonton di AS. Dengan sponsorship ini, US Bank menyelipkan brand mereka ke momen-momen emosional tersebut.
Tapi ada risikonya juga. Sports sponsorship mahal, dan ROI-nya nggak selalu langsung terukur. US Bank harus memastikan kampanye ini benar-benar berdampak, bukan cuma exposure kosong.
Praktisnya, ini bisa jadi pelajaran buat brand apa pun. Kamu nggak perlu jadi bank besar untuk menerapkan prinsip serupa. Cari komunitas atau subkultur yang resonate dengan target audiensmu.
Contohnya, kalau kamu jualan produk lokal, gandeng kreator atau komunitas yang sudah punya pengaruh di niche tersebut. Yang penting adalah authenticity—jangan cuma ikut-ikutan tapi nggak ada nilai tambah.
US Bank juga menunjukkan pentingnya storytelling. Mereka nggak sekadar sponsor, tapi menciptakan narasi dengan posisi unik seperti Chief Financial Playmaker. Ini bikin kampanye lebih memorable dan shareable.
Buat marketer, ini reminder bahwa financial services nggak harus kaku dan membosankan. Dengan pendekatan yang tepat, bahkan topik tabungan dan investasi bisa jadi menarik.
Yang jelas, persaingan attention economy makin ketat. Brand harus berani keluar dari zona nyaman dan masuk ke ruang-ruang di mana audiens benar-benar menghabiskan waktu dan emosi mereka.
Apakah strategi US Bank ini akan berhasil? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti: mereka sudah berhasil bikin orang ngobrol soal bank di tengah pembicaraan soal draft pick dan playoff.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
US Bank baru saja menandatangani kesepakatan sponsorship dengan NFL. Langkah ini bagian dari strategi mereka untuk lebih dekat dengan budaya populer dan kalangan muda.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Marketing Dive.
Baca artikel asli di Marketing Dive→