Piala Dunia bakal jadi arena taruhan terbesar. Siapa yang bakal ngincar pasar paling gede, sportsbook klasik atau platform prediction market?

Piala Dunia 2026 bakal jadi pasar taruhan paling gede dalam sejarah. Bayangin, jutaan orang nonton, ribuan tim taruhan, dan triliunan dolar yang berputar. Gak heran kalau brand sportsbook udah siap ngincar cuan gede.

BetMGM udah ngatur strategi selama 18 bulan. Chief revenue officer mereka, Matt Prevost, bilang ini bakal jadi salah satu aksi paling gede tahun ini. Fokus mereka? Saluran performa yang ngasih ROI tinggi, kayak iklan digital yang langsung ngarah ke penjualan tiket taruhan.

DraftKings gak mau kalah. Mereka pakai iklan barengan Javier “Chicharito” Hernández, mantan striker Meksiko yang sekarang jadi komentator di Fox. Gak cuma ngasih vibe selebriti, iklan itu juga nyasar ke fans sepakbola yang lagi hype dengan World Cup.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Fanduel juga ikut main, pakai Landon Donovan, legenda timnas AS, buat ngasih sentuhan nostalgia. Kedua iklan ini jelas targetnya fans Amerika yang lagi nunggu aksi di lapangan, sekaligus ngasih CTA langsung ke aplikasi mereka.

Tapi di balik sportsbook klasik, ada pemain baru yang lagi nyoba menggeser posisi: platform prediction market kayak Polymarket dan Kalshi. Mereka tawarin cara taruhan yang lebih fleksibel, kayak prediksi hasil pertandingan atau event spesifik, bukan cuma menang/kalah.

Polymarket, misalnya, ngasih pasar prediksi yang meliputi skor akhir, pencetak gol pertama, bahkan cuaca di stadion. Kalshi juga ngeluncurin kontrak yang mirip futures, bikin trader bisa spekulasi jangka pendek dengan margin kecil.

Keunggulan prediction market? Lebih transparan, likuiditas tinggi, dan biasanya fee lebih rendah. Ini bikin mereka menarik buat bettor yang pengen diversifikasi portofolio taruhan mereka, bukan cuma ngandelin satu tim atau satu pertandingan.

Namun, tantangannya juga besar. Regulasi di AS masih beragam, dan banyak negara masih belum mengizinkan platform prediction market. Jadi, mereka harus main hati-hati, ngatur lisensi, dan tetap menjaga kepatuhan hukum.

Buat kamu yang pengen ikutan, ada beberapa hal yang perlu diingat: pilih platform yang udah terdaftar resmi, cek fee dan likuiditas pasar, serta jangan terlalu terobsesi sama satu prediksi. Diversifikasi itu kunci, bro!

Intinya, World Cup bakal jadi medan perang antara sportsbook tradisional yang udah mapan dan prediction market yang lagi naik daun. Siapa yang bakal nguasain pasar? Kita tunggu aja aksi mereka di lapangan digital.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Piala Dunia bakal jadi arena taruhan terbesar. Siapa yang bakal ngincar pasar paling gede, sportsbook klasik atau platform prediction market?

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday→
World Cupprediction marketsportsbookstrategi pemasarantaruhan olahraga