BitMine Immersion Technologies baru aja beli Ethereum paling banyak sepanjang tahun ini. Mereka bilang crypto crash kemarin cuma "superficial" alias nggak serius. Emang iya?

BitMine Immersion Technologies, perusahaan yang fokus jadi 'treasury firm' buat Ethereum, baru aja beli ETH paling gede sepanjang tahun ini.

Dalam seminggu kemaren, mereka ngabisin dana sekitar $214 juta — atau setara sekitar Rp3,4 triliun. Angka yang nggak main-main.

Ini terjadi pas harga crypto lagi merah di mana-mana. Banyak investor retail panik dan jual aset. Nah, BitMine malah nampung.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Pendiri perusahaan ini, Tom Lee, yang udah lama jadi crypto bull, bilang kalo selloff baru-baru ini tuh 'superficial'. Menurut dia, pergerakan turun itu cuma permukaan doang, bukan perubahan fundamental.

BitMine jadi salah satu perusahaan yang nerapin strategi mirip MicroStrategy di Bitcoin, tapi versi ETH. Mereka ngumpulin ETH sebanyak mungkin buat jadi cadangan perusahaan.

Strategi 'buy the dip' ini jelas berisiko gede. Kalau harga ETH terus turun, valuasi perusahaan mereka juga ikut terjun.

Tapi kalau ternyata beneran rebound, BitMine bakal jadi salah satu pemenang paling gede di ruangan itu.

Langkah ini juga nunjukin kalo institusi mulai makin PD sama Ethereum sebagai store of value jangka panjang. Nggak cuma spekulasi doang.

Praktisnya, ini bisa jadi pelajaran: pas semua orang takut, ada yang malah beli. Tapi jangan asal tiru ya — bedanya, BitMine punya tim riset dan modal belakangnya kuat.

Buat kamu yang ngincar ETH, yang pasti: harga masih volatile banget. Jangan investasi pake uang yang kamu butuhin di waktu dekat. Siapin mental juga buat lihat portofolio merah.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

BitMine Immersion Technologies baru aja beli Ethereum paling banyak sepanjang tahun ini. Mereka bilang crypto crash kemarin cuma "superficial" alias nggak serius. Emang iya?

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Decrypt.

Baca artikel asli di Decrypt→
BitMineTom Leeethereuminvestasi cryptokripto