Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk memungut tarif dalam Bitcoin dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Kebijakan ini jadi bagian dari kesepakatan dengan AS yang juga mengizinkan tanker kosong lewat.

Iran kabarnya lagi nyiapin sesuatu yang bisa bikin dunia crypto makin seru. Mereka mau terapkan tarif khusus buat kapal-kapal yang lewat Selat Hormuz, dan pembayarannya pakai Bitcoin.

Selat Hormuz itu jalur sempit tapi vital banget. Sekitar seperlima dari konsumsi minyak global lewat situ setiap harinya. Jadi kalau ada perubahan kebijakan di sana, dampaknya langsung ke seluruh dunia.

Menurut laporan terbaru, ini jadi bagian dari kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Tanker kosong bakal diizinkan lewat tanpa masalah. Tapi kapal tertentu harus bayar tarif $1 per barel minyak yang mereka angkut.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Yang menarik, pembayarannya nggak pakai dolar atau mata uang konvensional. Iran mau diterima dalam Bitcoin. Ini langkah berani yang nunjukin kalau crypto makin diterima di level diplomatik dan perdagangan internasional.

Buat kamu yang follow perkembangan Bitcoin, ini berita besar. Negara-negara mulai lihat crypto bukan cuma aset spekulasi, tapi juga alat pembayaran yang valid. Iran sendiri udah lama eksplorasi crypto buat ngakalin sanksi ekonomi.

Sanksi internasional memang bikin Iran susah akses sistem keuangan global. Makanya mereka nyari alternatif, dan Bitcoin jadi solusi yang masuk akal. Transaksi crypto kan sulit diblokir atau disensor.

Tapi ada risiko juga. Volatilitas Bitcoin bisa jadi masalah. Bayangin, harga Bitcoin bisa naik turun 10% dalam sehari. Buat transaksi jumlah besar kayak tarif minyak, fluktuasi itu bisa berarti selisih jutaan dolar.

Dari sisi regulasi, langkah Iran ini juga bakal diperhatiin negara lain. Kalau berhasil, bisa jadi contoh buat negara-negara yang juga terkena sanksi. Venezuela, Rusia, bahkan Korea Utara pasti ngintip perkembangan ini.

Buat industri crypto secara keseluruhan, ini sinyal positif. Adopsi di level pemerintahan, meski kontroversial, tetap nunjukkan utility Bitcoin yang nyata. Bukan cuma hype atau spekulasi semata.

Praktisnya, kalau kamu investor crypto, perlu perhatiin geopolitik lebih dalem. Kebijakan kayak gini bisa ngaruh ke harga Bitcoin dalam jangka menengah. Krisis di Timur Tengah sering kali bikin safe haven assets naik, termasuk crypto.

Satu hal lagi yang penting: ini belum kebijakan final. Masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi. Jadi bisa jadi berubah, bisa jadi batal, atau bisa jadi versi modifikasi. Pantau terus perkembangannya.

Takeaway praktis buat kamu: diversifikasi portfolio crypto dengan perhatiin faktor makro. Jangan cuma lihat chart teknikal. Berita geopolitik, kebijakan negara besar, dan adopsi institusional semua punya dampak signifikan ke harga Bitcoin dan altcoin lainnya.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk memungut tarif dalam Bitcoin dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Kebijakan ini jadi bagian dari kesepakatan dengan AS yang juga mengizinkan tanker kosong lewat.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.

Baca artikel asli di CoinTelegraph→
BitcoinIranSelat Hormuzkriptoregulasi crypto