Stablecoin raksasa Tether dilaporkan siap menunda rencana penggalangan dana jika permintaan investor tidak sesuai ekspektasi di valuasi $500 miliar.

Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT yang kamu pakai buat trading, lagi bikin gebrakan baru. Mereka rencana penggalangan dana dengan valuasi yang gila-gilaan: $500 miliar.

Angka itu bikin Tether lebih besar dari hampir semua bank di Amerika Serikat. Cuma JPMorgan Chase yang masih di atas mereka. Bank of America aja kalah.

Tapi ada plot twist-nya. Kalau investor gak antusias, Tether siap menunda rencana ini. Mereka gak mau maksa jalan kalau market condition lagi gak mendukung.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Ini langkah yang cukup bijak sih. Daripada dipaksa turunin valuasi dan kelihatan lemah, mending tunggu waktu yang lebih pas.

Valuasi $500 miliar itu bukan angka sembarangan. Tether harus nunjukkin bahwa bisnis mereka sustainable dalam jangka panjang. Bukan cuma untung dari interest rate yang lagi tinggi sekarang.

Investor pasti bakal lihat detail banget. Berapa reserve yang mereka pegang? Seberapa transparan laporan keuangannya? Risiko regulasi di berbagai negara gimana?

Soal transparansi, Tether memang udah improve beberapa tahun terakhir. Tapi masih banyak yang skeptis. Beberapa kritikus bilang mereka belum cukup open soal aset yang di-backup USDT.

Kalau fundraising ini sukses, Tether bakal masuk klub elit perusahaan finansial terbesar dunia. Bukan lagi sekadar crypto company, tapi player utama di sistem keuangan global.

Tapi kalau gagal atau ditunda, apa dampaknya? Bisa jadi sinyal negatif buat seluruh industri stablecoin. Investor bakal lebih hati-hati sama project sejenis.

Buat kamu yang holder USDT, berita ini worth watching. Kesehatan finansial Tether langsung ngaruh ke confidence di stablecoin mereka. Kalau ada masalah, depegging bisa terjadi.

Sampai sekarang sih USDT masih maintain peg ke dollar dengan cukup baik. Tapi situasi bisa berubah cepat di crypto. Selalu ada risiko, meski kecil.

Practical takeaway: Jangan taruh semua dana di satu stablecoin. Diversifikasi ke USDC, DAI, atau bahkan fiat biasa. Keep track berita soal Tether, terutama kalau fundraising ini beneran jalan. Kalau kamu trader aktif, siapin plan B kalau liquidity USDT tiba-tiba berkurang.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Stablecoin raksasa Tether dilaporkan siap menunda rencana penggalangan dana jika permintaan investor tidak sesuai ekspektasi di valuasi $500 miliar.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.

Baca artikel asli di CoinTelegraph→
aset digitalblockchaincryptocurrencytethertunda