Kamu tahu nggak, AI ternyata bikin banyak pekerjaan level awal hilang, terutama buat anak muda. Yuk, simak penjelasannya!
Belakangan ini, banyak orang ngomongin soal dampak AI di dunia kerja. Nah, baru-baru ini ada penelitian dari Stanford yang bilang kalau AI ternyata bikin pekerjaan level awal jadi makin langka, terutama buat anak muda. Bayangin aja, pekerjaan buat orang yang baru lulus atau yang masih muda berkurang sampai 19% di bidang yang paling terpengaruh AI. Gila, kan?
Penelitian ini sebenarnya adalah update dari studi sebelumnya yang dirilis tahun lalu. Dulu, selisihnya cuma 13%, tapi sekarang udah naik jadi 19%. Ini berarti makin banyak anak muda yang kesulitan dapetin kerjaan, sementara pekerja yang lebih tua kayaknya masih aman-aman aja. Kenapa bisa gitu? Soalnya, banyak pekerjaan yang bisa dikerjain AI jadi lebih murah dan efisien. Jadi, perusahaan lebih milih pakai AI daripada pekerja manusia.
Kita tahu, pekerjaan entry-level biasanya jadi pintu masuk buat banyak orang ke dunia kerja. Tapi, dengan adanya AI yang makin canggih, banyak posisi yang dulunya diisi manusia sekarang udah digantikan sama mesin. Misalnya, pekerjaan di bidang customer service, data entry, dan beberapa posisi administratif lainnya. Ini bikin anak muda harus berjuang lebih keras buat dapetin pekerjaan yang layak.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Dampak ini nggak cuma dirasain di satu atau dua bidang aja, tapi juga di banyak sektor. Misalnya, di teknologi, ritel, dan bahkan layanan kesehatan. Jadi, penting banget buat anak muda sekarang untuk mempersiapkan diri dengan skill yang lebih relevan dan tahan banting terhadap perubahan yang dibawa AI. Skill seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi jadi makin penting.
Jadi, apa yang bisa kamu lakukan? Pertama, jangan takut buat belajar hal baru. Ikuti kursus online, pelajari skill yang lagi naik daun, atau bahkan coba terjun ke dunia startup. Kedua, bangun jaringan yang kuat. Networking itu penting banget, soalnya banyak peluang kerja datang dari rekomendasi teman atau kenalan. Terakhir, tetap positif dan jangan putus asa. Meskipun situasinya sulit, selalu ada jalan keluar.
Ingat, perubahan itu pasti terjadi. Yang penting adalah bagaimana kita bisa beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada. Jadi, tetap semangat dan terus belajar ya!
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Kamu tahu nggak, AI ternyata bikin banyak pekerjaan level awal hilang, terutama buat anak muda. Yuk, simak penjelasannya!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


