Kamu pernah bayangin kerja bareng AI? Ternyata, ada riset yang bilang ini bisa bikin kerjaan kita jadi lebih berantakan, lho!
Bayangin deh, kamu baru masuk kerja dan tahu kalau ada 'karyawan' baru yang bakal lapor ke kamu. Tapi, tunggu dulu, ini bukan orang, melainkan alat AI yang dipanggil Alex. Gimana rasanya kerja bareng dia? Riset dari Boston University menunjukkan, kalau kita menganggap AI sebagai rekan kerja, kita justru bisa bikin lebih banyak kesalahan. Serius deh, mereka menemukan 18% lebih banyak kesalahan saat kerjaan diserahkan ke AI dibandingkan chatbot biasa.
Ini jadi gambaran yang cukup mengkhawatirkan tentang masa depan kerja kita. Perusahaan-perusahaan besar kayak Microsoft, OpenAI, dan Google udah mulai meluncurkan alat untuk mengelola tim AI. Mereka bilang ini adalah 'kolega digital'. Tapi, apakah ini beneran menguntungkan buat kita sebagai pekerja? Atau justru jadi bumerang yang bikin kita makin repot?
Sementara itu, ada juga inovasi menarik dari Sceye, sebuah perusahaan yang bakal ngeluncurin platform terbang bertenaga solar. Mereka berencana buat nyuplai internet dari stratosfer, lho! Bayangin, pesawat sepanjang 200 kaki bakal terbang di ketinggian 18 kilometer dan nyambungin kita dengan jaringan 5G. Ini bisa jadi solusi buat daerah yang susah akses internet. Keren banget, kan?
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Tapi, ada satu pertanyaan besar: seberapa jauh teknologi ini bisa bikin hidup kita lebih baik? Apakah kita siap buat hidup di dunia yang semakin dipenuhi oleh AI? Dan yang lebih penting, apakah kita masih bisa mempertahankan pekerjaan kita di tengah semua perubahan ini? Riset di bidang ini lagi berkembang pesat, dan banyak yang berharap bisa nemuin cara untuk 'memprogram ulang' tubuh kita agar awet muda. Ini bikin kita penasaran, sampai mana sih teknologi bisa bawa kita?
Jadi, buat kamu yang penasaran dengan masa depan kerja dan teknologi, jangan ragu untuk terus update informasi. Teknologi terus berkembang, dan kita harus siap menghadapi semua perubahan ini. Siapa tahu, AI bisa jadi teman kerja yang asyik, atau justru bikin kita lebih stres. Yang jelas, kita harus bijak dalam menghadapinya.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Kamu pernah bayangin kerja bareng AI? Ternyata, ada riset yang bilang ini bisa bikin kerjaan kita jadi lebih berantakan, lho!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→


