Kamu pasti nggak nyangka, Amazon ternyata terlibat dalam pengrusakan buku langka demi AI! Yuk, simak selengkapnya.

Jadi, ada kabar mengejutkan nih dari dunia buku dan teknologi. Selama setahun terakhir, para penjual buku curiga kalau perusahaan AI lagi ngincar buku-buku langka dalam jumlah besar, terus hancurin setelah dipindai. Nah, baru-baru ini, 404 Media berhasil membongkar fakta ini dengan bukti yang cukup mengejutkan.

Mereka menemukan Airtag yang disembunyikan di salah satu buku langka yang jadi bagian dari pesanan besar. Dan tebak di mana Airtag itu melacak? Di sebuah fasilitas pelatihan AI milik Amazon di Las Vegas! Di sana, timnya fokus untuk merobek buku dari tulangnya dan memindai setiap halaman. Gila kan?

Yang lebih bikin geleng-geleng, di pintu gudang tim itu ada logo yang memperlihatkan T. rex yang siap melahap buku. Serius, ini kayak lelucon yang nggak lucu. Amazon sepertinya nggak peka sama reaksi negatif yang muncul gara-gara tindakan mereka yang merusak buku-buku berharga.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Amazon sendiri menolak berkomentar tentang temuan ini, cuma ngasih pernyataan yang sama kayak yang mereka kasih ke 404 Media, dan itu nggak nyebut soal pelatihan AI secara spesifik. Jadi, masih banyak yang jadi tanda tanya, kenapa mereka berani melakukan hal ini?

Kalau kamu penggemar buku, pasti ngerasa sedih banget denger kabar ini. Buku-buku langka itu bukan cuma sekadar barang, tapi juga bagian dari sejarah dan budaya. Menghancurkan mereka demi teknologi, itu sih bikin kita bertanya-tanya tentang etika di balik perkembangan AI.

Jadi, apa pendapat kamu tentang tindakan Amazon ini? Apakah kamu setuju kalau demi teknologi, ada hal-hal yang seharusnya nggak boleh dilakukan? Atau kamu merasa ini adalah bagian dari kemajuan yang harus diterima? Yuk, diskusi bareng!

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Kamu pasti nggak nyangka, Amazon ternyata terlibat dalam pengrusakan buku langka demi AI! Yuk, simak selengkapnya.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica→
AIAmazonbuku langkapengrusakan bukuteknologi