Kamu tahu nggak, misi Artemis II bikin sejarah baru di luar angkasa? Yuk, kita bahas serunya eksplorasi luar angkasa dan apa yang bakal terjadi selanjutnya!
Kamu pasti udah denger tentang misi Artemis II kan? Tahun ini, empat astronot NASA berhasil mengelilingi bulan dan mencetak rekor baru! Mereka menjelajahi jarak terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi, lebih dari 4.000 mil dari rekor Apollo 13. Misi ini bukan hanya sekadar perjalanan, tapi juga bikin banyak orang penasaran dan terinspirasi, apalagi momen ini disaksikan oleh puluhan juta orang di seluruh dunia.
Misi Artemis II ini adalah langkah pertama dari serangkaian misi ambisius yang direncanakan. Tujuannya? Membangun pangkalan manusia di kutub selatan bulan pada tahun 2030-an. Namun, bukan cuma NASA yang ngebet, China dan Rusia juga punya rencana serupa. Jadi, persaingan di luar angkasa makin seru, ya!
Nah, ngomong-ngomong soal eksplorasi luar angkasa, ada satu pertanyaan besar yang muncul: Sebenarnya, kenapa sih kita harus mengirim manusia ke luar angkasa? Biaya dan risikonya gede banget, dan kadang hasilnya juga belum tentu lebih baik dibandingkan kalau kita kirim robot. Tapi, dari zaman dulu, manusia udah punya naluri untuk menjelajah dan mencari tahu.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Buku-buku baru yang muncul setelah Artemis II bilang kalau alasan kita menjelajah luar angkasa itu simpel: kita ini makhluk yang suka bergerak. Kita terprogram untuk menjelajah, sama seperti peziarah yang mencari pengalaman baru. Astronot Leroy Chiao bahkan bilang, kita butuh tahu apa yang ada di sisi lain. Jadi, eksplorasi luar angkasa itu bukan cuma soal teknologi, tapi juga tentang naluri manusia.
Tapi, dengan semakin banyaknya misi luar angkasa, kita juga harus siap menghadapi tantangan baru. Bulan dan Mars bukan lagi tempat yang hanya ada di mimpi, tapi bisa jadi tempat kerja, tempat wisata, bahkan lokasi bisnis. Kita harus mikirin bagaimana cara kita berinteraksi dengan tempat-tempat ini. Apakah kita akan membawa sifat-sifat manusia yang sama yang bikin kita ribut di Bumi?
Saat ini, ada beberapa pemain utama dalam dunia luar angkasa, dan Elon Musk dari SpaceX adalah salah satu yang paling mencolok. Dia pengen mengirim jutaan orang ke luar angkasa dan bahkan bikin pemukiman permanen di Mars. Sementara itu, Blue Origin yang didirikan Jeff Bezos juga udah mengangkut lebih dari 80 orang dalam penerbangan singkat ke luar angkasa. Jadi, bisnis luar angkasa ini makin ramai!
Tapi, ada juga yang merasa risih dengan komersialisasi luar angkasa. Misalnya, misi Blue Origin yang diisi penumpang selebriti sempat jadi bahan olok-olok karena dianggap terlalu berlebihan. Ini menunjukkan bahwa pertanyaan tentang siapa yang berhak ke luar angkasa dan bagaimana mereka bisa sampai ke sana bakal terus jadi perdebatan.
Di sisi lain, kita juga harus ingat bahwa keinginan untuk menjelajah luar angkasa itu udah ada sejak lama. Kita ini makhluk sosial yang suka mencari pengalaman baru dan berbagi cerita. Jadi, meskipun ada banyak tantangan, keinginan untuk menjelajah itu tetap ada. Kita pengen tahu lebih banyak tentang alam semesta dan diri kita sendiri.
Jadi, siap-siap aja, karena eksplorasi luar angkasa ini baru saja dimulai. Kita bakal lihat banyak hal menarik ke depannya. Siapa tahu, mungkin kamu juga bisa jadi bagian dari petualangan luar angkasa ini suatu saat nanti!
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Kamu tahu nggak, misi Artemis II bikin sejarah baru di luar angkasa? Yuk, kita bahas serunya eksplorasi luar angkasa dan apa yang bakal terjadi selanjutnya!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→


