Deanne Taylor lagi berjuang buat bikin peta yang hilang tentang perkembangan anak. Kenapa ini penting banget? Yuk, simak ceritanya!

Jadi, ada cerita menarik tentang Deanne Taylor, seorang ilmuwan yang lagi berjuang untuk bikin peta perkembangan anak yang selama ini kurang diperhatikan. Di tahun 2017, dia hadir di presentasi di University of Pennsylvania. Di situ, ada peneliti yang ngenalin proyek Human Cell Atlas, yang niatnya mau memetakan semua sel di tubuh manusia. Deanne langsung terpesona, tapi juga khawatir. Soalnya, proyek itu cuma fokus ke orang dewasa, dan dia merasa ada yang salah.

Deanne udah kerja di Children's Hospital of Philadelphia (CHOP) sebagai direktur bioinformatika selama tiga tahun, dan dia kecewa banget karena banyak penelitian medis yang nggak fokus ke anak-anak. Dia bilang, pandangan umum itu salah besar, soalnya sel anak-anak itu beda sama sel orang dewasa, terutama dalam cara mereka mengekspresikan gen. Ini bisa bikin reaksi yang sangat berbeda terhadap obat-obatan.

Setelah presentasi itu, Deanne langsung bergerak. Dia gabung dengan tim relawan Human Cell Atlas dan bantu nulis bagian tentang anak-anak untuk dokumen penting mereka. Dia juga berhasil mengumpulkan peneliti pediatrik dari berbagai rumah sakit untuk ikut berkontribusi. Hasilnya, di tahun 2021, NIH kasih dana $38,5 juta untuk proyek dGTEx, yang mau bikin database komprehensif tentang jaringan sehat anak-anak.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Proyek dGTEx ini ngumpulin sampel dari anak-anak sehat yang udah meninggal, dan orang tua mereka setuju untuk mendonasikan tubuhnya. Dari situ, mereka memetakan bagaimana gen diekspresikan di semua sistem organ utama. Deanne dan timnya bertugas untuk mengkurasi dan menstandarisasi informasi yang terkait dengan setiap donasi jaringan, termasuk riwayat keluarga dan detail tentang sampel tersebut.

Nggak cuma itu, Deanne juga berperan penting dalam menghubungkan berbagai proyek penelitian yang berbeda. Dia bilang, kita butuh pandangan holistik tentang perkembangan anak, bukan cuma fokus ke satu organ atau sistem. Ini penting banget supaya kita bisa memahami perkembangan anak secara keseluruhan.

Deanne menggambarkan karirnya sebagai 'jalan acak' yang dipicu oleh intensitas yang dia akui sebagai dampak dari autisme dan ADHD yang belum terdiagnosis. Dia mulai membaca buku medis ibunya sejak umur lima tahun dan terus belajar tentang fisika. Setelah dapat PhD di biophysics, dia terinspirasi oleh Human Genome Project dan beralih ke penelitian penyakit langka di Pfizer.

Satu hal yang menarik, proyek Human Cell Atlas ini bisa membantu peneliti menemukan jawaban tentang bagaimana penyakit yang sama bisa mempengaruhi orang berbeda-beda. Dengan memetakan ekspresi gen pada anak-anak, kita bisa tahu lebih banyak tentang perkembangan normal, efektivitas obat, dan berbagai fenomena lainnya. Ini bisa jadi langkah awal untuk penelitian yang lebih dalam.

Deanne juga terlibat dalam Kids First Data Resource Center, yang menganalisis jaringan yang diambil dari anak-anak yang terlibat dalam studi lain di seluruh negeri. Dia berkolaborasi dengan banyak peneliti untuk membangun sumber daya yang melengkapi Human Cell Atlas, termasuk peta 3D sel anak-anak.

Koordinasi antara berbagai organisasi ini bukan hal mudah. Deanne harus menjelaskan kepada peneliti tentang batasan yang ada, seperti bagaimana membagi sampel jaringan dengan benar. Dia dikenal sebagai kolaborator yang hebat, bisa menyatukan orang-orang dari berbagai disiplin ilmu untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan semua usaha ini, Deanne berharap proyek ini bisa mengubah cara pandang penelitian terhadap pediatri. Ini adalah tujuan besar yang butuh data besar, dan dia bertekad untuk menyatukan semua bagian yang berbeda ini. Dengan cara ini, kita bisa lebih memahami bagaimana gen dan lingkungan mempengaruhi kesehatan dan penyakit di berbagai tahap perkembangan.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Deanne Taylor lagi berjuang buat bikin peta yang hilang tentang perkembangan anak. Kenapa ini penting banget? Yuk, simak ceritanya!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review→
anakgenetikkesehatanmedispenelitian