Flock lagi ubah aturan soal akses data, sementara kloning bisa jadi solusi buat spesies yang terancam punah. Penasaran? Yuk simak!
Jadi, Flock ini perusahaan teknologi yang terkenal banget dengan sistem pengawasan mereka. Baru-baru ini, mereka ngelakuin perubahan besar-besaran dalam aturan akses data mereka. Soalnya, banyak banget keluhan dari masyarakat tentang penyalahgunaan teknologi ini, terutama oleh polisi yang kadang-kadang pakai untuk stalking mantan pasangan. Sekarang, mereka minta polisi buat masukin nomor kasus kriminal sebelum bisa akses database mereka. Tapi, tetap aja, ada kemungkinan polisi bisa nyari cara untuk menghindari aturan ini.
Di sisi lain, ada kabar menarik tentang kloning yang bisa jadi solusi buat spesies yang terancam punah. Para ilmuwan baru-baru ini berhasil mengubah embrio tikus jantan jadi betina dengan teknik CRISPR. Ini bisa jadi langkah besar dalam usaha pelestarian, terutama buat spesies yang jumlahnya udah sedikit. Kloning bukan cuma buat hewan, tapi juga bisa digunakan untuk menciptakan salinan manusia yang 'tanpa otak'. Bayangkan, teknologi ini bisa bikin banyak hal yang sebelumnya kita anggap mustahil!
Ngomong-ngomong soal kloning, banyak banget potensi yang bisa dikembangkan. Dari mengubah hewan ternak supaya lebih produktif, sampai menciptakan hewan peliharaan yang kita cintai. Tapi, tentu aja, ada banyak pertanyaan etis yang muncul. Apa kita siap untuk menghadapi konsekuensi dari teknologi ini? Atau malah kita bisa menciptakan 'saku organ' manusia? Ini semua masih dalam tahap eksplorasi.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Sementara itu, Deanne Taylor, seorang ilmuwan, lagi berjuang untuk memastikan bahwa anak-anak juga diperhitungkan dalam proyek Human Cell Atlas. Dia sadar banget bahwa sel anak-anak itu beda dengan sel orang dewasa, dan ini bisa bikin reaksi yang berbeda terhadap obat-obatan. Dia pengen bikin database besar tentang jaringan sehat anak-anak supaya peneliti bisa lebih paham tentang perkembangan mereka dan bagaimana penyakit bisa muncul lebih awal.
Jadi, banyak yang bisa kita pelajari dari semua perkembangan ini. Flock yang ngubah aturan akses data demi keamanan, kloning yang bisa jadi solusi pelestarian, dan upaya Deanne untuk memasukkan anak-anak dalam penelitian sel. Semua ini menunjukkan betapa pentingnya teknologi dalam kehidupan kita, tapi juga mengingatkan kita untuk tetap hati-hati dengan apa yang kita ciptakan.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Flock lagi ubah aturan soal akses data, sementara kloning bisa jadi solusi buat spesies yang terancam punah. Penasaran? Yuk simak!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→

