Gelombang panas di Eropa bikin banyak orang khawatir. Tapi, apa sih dampaknya buat jaringan listrik di sana? Yuk, simak!
Kamu pasti udah denger tentang gelombang panas yang lagi melanda Eropa, kan? Suhu di sana udah nyentuh rekor baru, dan ini bukan cuma bikin orang kepanasan, tapi juga berpengaruh besar ke banyak hal, termasuk jaringan listrik. Sekolah-sekolah bahkan terpaksa tutup, dan ada acara tentang perubahan iklim yang dibatalkan karena suhu ekstrem. Gila, ya?
Nah, yang menarik perhatian adalah satu pembangkit listrik nuklir di Prancis selatan harus ditutup gara-gara panas ini. Perubahan iklim emang bikin jaringan listrik tertekan dari berbagai sisi, mempengaruhi pasokan dan permintaan listrik. Suhu tinggi bisa bikin ketersediaan listrik terganggu, mulai dari pembangkit hingga infrastruktur transmisi. Jadi, kita harus lebih waspada, nih!
Di Amerika Serikat, hampir 90% rumah punya AC. Ini bikin permintaan listrik melonjak di musim panas, dan risiko pemadaman listrik jadi lebih tinggi. Tapi di Eropa, penggunaan AC masih jauh lebih rendah, sekitar 20% rumah yang menggunakannya. Negara-negara yang lagi kena gelombang panas ini bahkan lebih sedikit, kayak Inggris yang cuma 5% dan Jerman sekitar 3%. Tapi, angka ini mulai naik seiring dengan cuaca yang makin panas.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kenaikan permintaan listrik ini bikin jaringan listrik jadi lebih stres, sama kayak di AS. Utility listrik sering kali harus beli listrik dari negara tetangga, yang bikin harga naik. Simone Tagliapietra dari Bruegel bilang, "Tekanan utama datang dari tiga faktor: permintaan pendinginan yang naik tajam, sementara pembangkit listrik dan jaringan jadi kurang efisien, dan beberapa pembangkit thermal serta nuklir harus mengurangi output karena air pendingin yang terlalu hangat atau langka."
Perencanaan jaringan listrik di era perubahan iklim berarti kita butuh lebih banyak pasokan dengan cepat. Tapi, ada tantangan lain, yaitu pola musiman yang berubah. Biasanya, operator jaringan merencanakan pemeliharaan dan pemadaman di pembangkit listrik sesuai dengan puncak permintaan yang diperkirakan. Di AS, pemadaman biasanya terjadi di musim semi dan gugur, tapi di Eropa, puncak permintaan justru terjadi di musim dingin.
Contohnya, di pembangkit Golfech dekat Toulouse, unit dua harus ditutup minggu ini karena suhu air di sungai yang digunakan untuk mendinginkan reaktor. Padahal, unit satu udah offline karena pemeliharaan yang direncanakan. Kita bakal terus lihat suhu tinggi di seluruh dunia karena perubahan iklim. Komunitas harus beradaptasi, dan utility listrik juga harus mengikuti. Dan kalau kamu pikir musim panas ini udah panas, tunggu sampai tahun depan! Pola cuaca El Niño bisa bikin gelombang panas ini jadi lebih parah lagi.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Gelombang panas di Eropa bikin banyak orang khawatir. Tapi, apa sih dampaknya buat jaringan listrik di sana? Yuk, simak!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→


