AI di kelas? Yuk, kita bahas cara cerdas pakainya supaya nggak bikin bingung!

Kamu pasti udah denger tentang AI, kan? Sekarang, AI udah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk di sekolah. Beberapa tahun lalu, muncul chatbots yang bikin guru dan murid kaget. Bayangkan, siswa bisa nanya apa aja dan langsung dapat jawaban dari aplikasi di ponsel mereka. Gak heran kalau banyak yang penasaran, gimana sih cara pakai AI ini di kelas?

Tapi, masalahnya, banyak guru yang bingung. Mereka udah capek-capek nyiapin materi pelajaran, eh sekarang harus beradaptasi dengan teknologi baru. Beberapa organisasi, kayak OpenAI dan UNESCO, nyuruh para guru untuk memanfaatkan AI di kelas. Tapi, tetap aja, banyak yang merasa gak tahu harus mulai dari mana.

Contohnya, Cheshire Academy di Connecticut. Sekolah ini punya sekitar 400 siswa dari kelas 9 sampai 12. Mereka gak maksa guru buat pakai AI, tapi sebagian besar guru di sana udah mulai ngincar teknologi ini. Mereka pakai berbagai alat, dari chatbot umum kayak ChatGPT sampai platform khusus buat guru, kayak MagicSchool.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Di Cheshire Academy, guru-guru dilatih untuk menggunakan AI dengan cara yang tepat. Mereka diajari cara bikin prompt yang berguna dan juga dibekali pengetahuan tentang batasan teknologi ini. Misalnya, AI bisa bikin kesalahan yang mungkin gak disadari manusia, jadi guru harus tetap waspada.

Sekarang, banyak guru yang pakai AI buat nyiapin materi kelas. Mereka minta bantuan AI untuk merencanakan pelajaran atau bikin rubrik penilaian. Ada juga yang pengen pakai AI buat kasih feedback ke siswa, tapi masih ragu karena khawatir soal kualitas dan privasi.

Miriam Przybyla-Baum, guru bahasa Prancis di sana, malah gak pakai AI langsung. Dia lebih suka ngajarin siswa tentang penggunaan AI. Dia bikin sistem di mana siswa bisa merasakan bagaimana AI bisa bantu atau justru menghilangkan suara mereka saat belajar bahasa.

Cheshire Academy juga lagi eksperimen dengan program yang namanya 'Student AI Council'. Di sini, siswa diajak berdiskusi tentang penggunaan AI yang sehat. Mereka belajar bagaimana AI seharusnya dan tidak seharusnya digunakan untuk manfaat bersama.

Tapi, meskipun banyak yang udah mulai pakai AI, gak semua guru merasa nyaman. Beberapa merasa AI belum bisa bikin materi ajar yang efektif. MagicSchool, misalnya, punya banyak fitur, tapi ada biaya tahunan yang harus dibayar untuk akses penuh.

Nah, buat kamu yang jadi guru, ada beberapa tips nih. Pertama, sambut siswa di tempat mereka berada. Mereka pasti penasaran sama AI, jadi penting buat kamu untuk mengajarkan cara yang benar. Kedua, tunjukkan praktik terbaik. AI bisa bantu, tapi jangan sampai siswa melihat penggunaan AI yang asal-asalan.

Terakhir, jangan ragu untuk mengecek setiap informasi yang dihasilkan AI. Pastikan semua yang dihasilkan akurat, supaya siswa bisa belajar dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat, AI bisa jadi alat bantu yang keren di kelas!

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

AI di kelas? Yuk, kita bahas cara cerdas pakainya supaya nggak bikin bingung!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review→
AIpendidikanteknologi