Fitur terbaru Google AI Mode kini memungkinkan kamu mengecek ketersediaan produk di toko-toko terdekat. Nggak perlu lagi kecebolan datang ke toko tapi barangnya habis.
Google baru-baru ini ngeluarin update buat AI Mode-nya. Sekarang kamu bisa ngecek apakah produk yang kamu cari tersedia di toko-toko di dekat kamu.
Fitur ini sebenarnya mirip sama yang udah ada buat nge-track harga hotel di level kota. Tapi yang baru ini lebih spesifik—kamu bisa fokus ke satu hotel atau produk tertentu yang memang kamu incer.
Bayangin kamu lagi nyari sepatu lari model tertentu. Tinggal tanya AI Mode, langsung tahu toko mana aja yang masih ada stoknya. Nggak perlu bolak-balik cek satu-satu.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Buat yang sering belanja online tapi pengen ambil langsung di toko, ini solusi yang pas. Kamu bisa konfirmasi dulu sebelum berangkat. Hemat waktu dan bensin.
Cara kerjanya sederhana. AI Mode bakal nyari informasi real-time dari berbagai sumber. Hasilnya ditampilkan dalam format yang gampang dibaca.
Perlu diingat, fitur ini masih bergantung pada data yang tersedia. Nggak semua toko kecil mungkin tercover. Tapi buat retail besar dan chain store, kemungkinan besar ada.
Praktisnya gini: sebelum keluar rumah, cek dulu via AI Mode. Kalau stoknya ada, baru deh gas ke toko. Kalau nggak ada, bisa langsung cari alternatif atau pesan online.
Update ini nunjukin arah Google buat bikin AI lebih berguna dalam kehidupan sehari-hari. Bukan cuma jawab pertanyaan umum, tapi bantu keputusan praktis.
Buat kamu yang sering impulsive buying, fitur ini bisa jadi rem juga. Cek dulu, pikir masak-masak, baru beli. Lebih mindful gitu.
Intinya, Google AI Mode sekarang lebih dari sekadar chatbot pintar. Dia jadi asisten belanja yang bisa ngasih info akurat soal ketersediaan barang di lokasi kamu.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Fitur terbaru Google AI Mode kini memungkinkan kamu mengecek ketersediaan produk di toko-toko terdekat. Nggak perlu lagi kecebolan datang ke toko tapi barangnya habis.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→


