Ada banyak hidrogen yang nunggu kita di bawah tanah. Gimana sih cara ngedapetin dan manfaatnya buat kita?
Jadi, kamu tahu nggak kalau di bawah tanah kita ada potensi hidrogen yang bisa jadi sumber energi? Di tahun 90-an, Barbara Sherwood Lollar dan timnya nyelam ke dalam tambang Kidd Creek di Ontario, Kanada. Mereka menemukan air yang udah terjebak di sana selama lebih dari satu miliar tahun! Air ini ternyata jadi habitat bagi mikroba yang makan hidrogen dari reaksi antara air dan batuan. Keren, kan?
Nah, Barbara ini sekarang ngecek data hidrogen yang mereka kumpulin buat lihat apakah ada cukup gas di tambang itu buat jadi sumber energi nol karbon. Dia bilang, 'Kalau kita bisa pinter-pinter nyambungin dan pake, ini bisa jadi kemenangan buat ekonomi baru yang lagi berkembang.'
Hidrogen emang menjanjikan sebagai sumber energi yang serbaguna, tapi biasanya produksinya malah bikin banyak emisi gas rumah kaca. Makanya, kalau kita bisa ambil hidrogen yang udah ada di bawah tanah, yang disebut 'geologic hydrogen', itu bisa mengubah permainan. Sekarang, banyak perusahaan yang lagi nyari hidrogen ini di seluruh dunia, termasuk startup dari Australia dan yang didukung Bill Gates.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Peneliti di US Geological Survey bahkan memperkirakan ada triliunan ton hidrogen yang diproduksi di kerak bumi. Bayangin, kalau sedikit aja bisa diambil, itu bisa memenuhi permintaan hidrogen global selama berabad-abad! Tapi sayangnya, pencarian ini belum membuahkan hasil yang memuaskan. Belum ada yang nemuin reservoir gas yang layak secara komersial.
Di Kidd Creek, Barbara dan rekan-rekannya udah ngumpulin data dari 35 sumur selama lebih dari satu dekade. Mereka nemuin bahwa setiap sumur rata-rata ngeluarin delapan kilogram hidrogen per tahun. Kalau dihitung-hitung, dari lebih dari 14.000 sumur di Kidd Creek, bisa jadi sekitar 140 ton gas yang terbuang setiap tahun. Walaupun jumlahnya nggak terlalu besar, Barbara bilang kalau semua hidrogen ini bisa ditangkap, bisa jadi sumber energi yang cukup buat operasi tambang.
Penelitian di Kidd Creek ini nambah bukti bahwa produksi hidrogen alami itu emang nyata. Di tempat lain, kayak di tambang kromium Bulqizë di Albania, mereka nemuin 200 ton hidrogen yang keluar setiap tahun. Tantangan selanjutnya adalah buktikan kalau hidrogen ini bisa diproduksi secara ekonomis dan andal dalam skala komersial.
Beberapa peneliti dan startup juga lagi ngeksplorasi cara untuk merangsang produksi hidrogen dengan nyuntik air, panas, atau katalis ke batuan yang bisa menghasilkan gas ini. Ada lebih dari selusin proyek yang didanai ARPA-E, yang pengen mempercepat reaksi produksi hidrogen sampai 10.000 kali lipat. Tahun ini, tim di Oman berhasil nyuntik 50.000 meter kubik air ke dalam batuan, dan saat mereka buka sumur beberapa bulan kemudian, gasnya keluar dan 90% adalah hidrogen. Keren banget, kan?
Tapi, meskipun ini jadi sinyal positif, masih banyak yang harus dipastikan. Pertanyaan pentingnya adalah, apakah hidrogen itu dihasilkan dari stimulasi atau emang udah ada di situ sebelumnya? Ini yang masih jadi teka-teki.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Ada banyak hidrogen yang nunggu kita di bawah tanah. Gimana sih cara ngedapetin dan manfaatnya buat kita?
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→


