Wiseman dan Glover jadi astronot emeritus pertama NASA, bisa mentoring di JSC sambil kerja di luar. Baca detailnya di Captivela.
Kamu pasti ingat Artemis II, misi yang ngerbangin orang ke orbit Bulan pertama kali setelah puluhan tahun. Nah, lima bulan setelah splashdown, komandan Reid Wiseman dan pilot Victor Glover dapet gelar baru yang nggak pernah dimiliki astronot NASA sebelumnya: astronot emeritus. Program ini biasanya buat ilmuwan yang udah pensiun tapi mau tetep riset atau ngajar di kampus. Sekarang diterapin buat astronot — dan Wiseman sama Glover jadi pionirnya.
Jadi konsepnya gini: mereka secara teknis udah pensiun dari status astronot aktif, tapi NASA nggak mau kehilangan otak dan pengalaman mereka. Lewat program emeritus, keduanya tetep bisa datang ke Johnson Space Center di Houston, ngasih masukan buat tim misi, mentoring astronot muda, bahkan bantu desain prosedur misi masa depan. Bedanya, mereka bebas nerima tawaran kerja atau proyek di luar NASA — misalnya jadi konsultan perusahaan ruang angkasa, ngajar, atau ngurus startup sendiri. Glover sendiri bilang ke collectSPACE, dia minta NASA jangan terlalu sering pake kata "pensiun" soalnya emeritus itu lebih soal transisi, bukan berhenti total.
Kenapa NASA bikin program ini sekarang?
NASA lagi hadapi tantangan besar: banyak astronot senior yang udah dekat usia pensiun, tapi misi Artemis makin padat jadwalnya. Kalau biarin mereka pergi begitu aja, ilmu tahu (tacit knowledge) soal operasi misi bulan, prosedur darurat, dan budaya safety NASA bisa hilang. Program emeritus jadi jembatan — NASA tetep pegang expertise mereka tanpa harus bayar gaji penuh astronot aktif. Secara hukum, emeritus memang status pensiun, tapi secara praktis mereka tetep "di dalam sistem" kapanpun dibutuhkan. Ini juga bikin NASA lebih menarik buat rekrutmen: astronot muda tau nanti mereka punya jalan keluar yang fleksibel, nggak mesti mentok di NASA sampai tua.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Wiseman dan Glover cocok banget jadi percobaan pertama. Wiseman pernah jadi Chief of the Astronaut Office — dia ngurus seluruh korps astronot NASA. Glover punya pengalaman unik: dia astronot pertama yang tinggal lama di ISS lewat misi Crew-1 SpaceX, plus dia pilot Artemis II yang bakal bawa Orion mengorbit Bulan. Keduanya punya jaringan luas di industri ruang angkasa komersial, dari SpaceX sampai Blue Origin, plus koneksi ke akademisi dan pemerintah. NASA dapet "paket lengkap": pengalaman operasional, kepemimpinan, dan akses ke ekosistem luar yang bisa bantu misi Artemis ke depan.
Apa yang berubah buat misi Artemis selanjutnya?
Artemis III — misi landing di Bulan — masih dijadwalin 2026, tapi realitanya bisa geser. Tim misi butuh input dari orang yang pernah "di sana" (orbit Bulan) dan orang yang paham operasi ISS lama. Wiseman dan Glover bisa isiin gap itu. Misalnya, mereka bisa review prosedur abort saat Orion masuk orbit Bulan, atau bantu tim flight controller di Mission Control simulasi skenario darurat. Karena status emeritus, mereka bisa masuk ruang kontrol kapan aja tanpa bikin ribet HR NASA. Ini keuntungan besar dibanding konsultan biasa yang butuh kontrak dan clearance baru setiap kali mau masuk fasilitas NASA.
Buat kamu yang pengen karir di industri ruang angkasa, ini sinyal penting: NASA mulai fleksibel. Dulu astronot itu "kerja sampai mati" atau keluar total. Sekarang ada jalan tengah. Kalau kamu engineer, flight controller, atau manajer proyek di NASA (atau kontraktor), perhatikan pola ini. Mungkin nanti program serupa dibuka buat peran non-astronot. Kunci: bangun expertise yang unik, jaga jaringan di industri, dan siap negosiasi transisi yang menguntungkan kedua belah pihak. Wiseman dan Glover buktiin: pengalaman di orbit Bulan itu aset yang nilai tinggi, bahkan pas udah "pensiun".
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


