Korea Selatan mau bikin semua tentara mereka jago drone. Gimana sih ceritanya?
Korea Selatan lagi punya rencana ambisius, guys. Mereka mau latih semua tentara, yang jumlahnya hampir setengah juta, untuk bisa mengoperasikan drone. Bayangin, semua prajurit bisa pakai drone kayak mereka pakai senjata pribadi! Ini semua demi menjaga keunggulan teknologi di tengah ketegangan dengan Korea Utara yang lebih besar.
Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, bilang kalau tujuan utama mereka adalah menjadikan drone sebagai 'alat tempur universal' untuk semua pasukan. Jadi, bukan cuma senjata biasa, tapi drone ini bakal jadi senjata kedua bagi mereka. Keren banget, kan?
Rencana ini juga sejalan dengan upaya untuk melengkapi unit militer dengan drone-drone murah yang bisa dipakai untuk misi pengintaian dan serangan. Selain itu, mereka juga mau pasang laser dan senjata microwave untuk ngelawan drone musuh. Ini semua demi menjaga keamanan dan meningkatkan kemampuan tempur.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Ngomong-ngomong, Korea Selatan juga bakal merombak komando operasi drone mereka. Dulu, mereka punya komando yang langsung mengawasi unit tempur, sekarang mau lebih fokus untuk kerja sama dengan industri dalam negeri untuk mengembangkan teknologi drone komersial. Jadi, bukan cuma buat perang, tapi juga buat inovasi.
Menteri Pertahanan juga nyebut konflik di Ukraina dan Timur Tengah sebagai inspirasi untuk reformasi militer ini. Mereka pengen banget belajar dari pengalaman negara lain dan menerapkan teknologi drone yang lebih canggih. Jadi, kita bisa lihat Korea Selatan bener-bener serius mengadopsi teknologi baru ini.
Nah, buat kamu yang penasaran, ini bisa jadi langkah besar bagi militer di seluruh dunia. Siapa tahu, negara lain juga bakal ngikutin jejak Korea Selatan dan mulai melatih tentara mereka dengan cara yang sama. Ini bisa jadi game changer di dunia militer!
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Korea Selatan mau bikin semua tentara mereka jago drone. Gimana sih ceritanya?
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


