Pengiriman smartphone turun drastis, tapi Apple dan Samsung tetap cuan. Simak kisahnya!
Jadi gini, pengiriman smartphone udah mulai stagnan sejak beberapa tahun lalu. Dulu, semua orang bisa ngerasain pertumbuhan dua digit, tapi sekarang? Itu udah jadi cerita lama. Sekarang, jumlah produsen smartphone juga makin sedikit, dan mereka harus menghadapi tekanan baru di era AI. Baru-baru ini, ada laporan yang bilang pengiriman smartphone anjlok sampai 11 persen di kuartal terakhir. Gila, kan?
Menurut Counterpoint, penurunan ini bikin pengiriman smartphone ke level terendah di kuartal kedua sejak 2013. Para analis nyalahin kenaikan harga chip DRAM dan NAND yang makin melambung. Banyak produsen yang lebih milih fokus ke booming komputasi AI, jadi komponen buat perangkat konsumen kayak smartphone dan PC jadi makin langka. Akibatnya, makin sedikit orang yang mau beli smartphone baru.
Nah, masalah ini jadi lebih rumit buat orang-orang yang pengen beli smartphone budget. Laporan dari Omdia bilang kalau biaya memori yang tinggi bikin smartphone di harga $500 ke bawah jadi lebih tertekan. Di segmen ini, biaya memori bisa nyentuh setengah dari total biaya produksi. Bayangin, harga smartphone budget udah naik lebih cepat dan lebih besar dibanding flagship yang harganya lebih mahal.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Buat flagship, biaya memori sekarang udah lebih dari seperempat dari total biaya. Itu peningkatan yang signifikan dalam setahun terakhir. Tapi, di sisi lain, masih ada cuan yang lebih gede di kelas atas. Jadi, meskipun pengiriman smartphone turun, Apple dan Samsung masih bisa senyum lebar. Mereka bisa tetap cuan meski pasar lagi goyang.
Kondisi ini bikin kita mikir, apa yang bakal terjadi ke depannya? Apakah produsen smartphone bakal berinovasi lebih jauh, atau malah makin tertekan? Yang jelas, kita harus siap-siap dengan perubahan di dunia smartphone. Siapa tahu, ada kejutan baru yang bikin kita semua terkejut.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→

