Kernel Linux 7.1 diprediksi jadi versi pertama yang benar-benar menghapus dukungan untuk prosesor Intel 486. Setelah bertahan lebih dari tiga dekade, saatnya pamit.

Linux itu terkenal bisa jalan di hampir semua hardware. Dari PC jadul era 90-an sampai MacBook pakai Apple Silicon, semua bisa. Tapi ada satu batasan yang akhirnya harus ditegakkan juga.

Tim pengembang Linux sekarang lagi serius mau hapus dukungan buat prosesor Intel 80486. Chip ini diluncurkin tahun 1989, digantiin Pentium tahun 1993, dan berhenti diproduksi tahun 2007. Udah tua banget, kan?

Linus Torvalds sendiri yang ngomong. Dia bilang, waktu yang dihabisin buat maintain kode 486 itu mending dipake buat hal lain. Satu detik aja kebuang, itu udah terlalu banyak.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Berdasarkan kode commit yang masuk, kernel Linux versi 7.1 bakal jadi yang pertama benar-benar nge-drop 486. Kamu nggak bakal bisa build kernel yang support chip ini lagi.

Setelah 7.1, masih ada PR berikutnya buat bersihin sisa-sisa kode 486 yang nempel di kernel. Jadi ini proses bertahap, nggak instan.

Nah, kamu mungkin mikir: "Kan chip 486 udah nggak berubah dari dulu, ngapain repot-repot maintain?" Masalahnya, software modern itu kompleks. Setiap baris kode yang harus dijagain itu ada cost-nya.

Developer harus nge-test, nge-fix bug, dan pastiin kompatibilitas. Padahal user 486 praktis nggak ada. Jadi resource-nya mending dialokasiin ke hardware yang orang beneran pake.

Buat konteks, Intel 486 itu 32-bit, nggak punya floating-point unit bawaan (kecuali 486DX), dan clock speed-nya di bawah 100 MHz. Bandingin sama prosesor sekarang yang core-nya banyak dan speed-nya gila-gilaan.

Bedanya kayak bumi dan langit. Makanya maintain kode buat 486 di kernel modern itu jadi beban teknis yang nggak worth it.

Praktisnya buat kamu? Kalau kamu pakai hardware normal yang dibeli dalam 15 tahun terakhir, ini nggak ngaruh sama sekali. Bahkan PC bekas paling murah aja kemungkinan besar udah pakai prosesor yang jauh lebih baru.

Tapi buat yang masih iseng main retro computing atau punya mesin museum dengan 486 beneran, ini berarti harus stay di kernel lama. Versi 6.x atau sebelumnya masih bisa jalanin 486 kok.

Ini juga reminder kalau teknologi itu punya lifecycle. Dukungan nggak bisa selamanya, meski Linux terkenal backward compatibility-nya kuat. Ada saatnya harus move on.

Takeaway praktis: Kalau kamu developer atau sysadmin, nggak perlu khawatir. Tapi kalau emang masih punya project yang bergantung ke hardware super lawas, mulai rencanain migrasi. Dunia open source tetap berjalan, dan fokusnya ke masa depan, bukan masa lalu.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Kernel Linux 7.1 diprediksi jadi versi pertama yang benar-benar menghapus dukungan untuk prosesor Intel 486. Setelah bertahan lebih dari tiga dekade, saatnya pamit.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica→
Intel 486Linux kernelhardware supportkernel developmentopen source