Ternyata hibernasi bisa bikin sinaps di otak tikus berkurang, tapi mereka tetap ingat loh! Gimana bisa ya?

Kamu pasti tahu kan, kalau hibernasi itu biasanya identik sama beruang dan tupai? Nah, ternyata tikus juga punya kemampuan hibernasi, meskipun mereka bukan hewan yang hibernasi di alam liar. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa saat tikus masuk ke kondisi hibernasi, lebih dari setengah sinaps di otak mereka bisa hilang. Gila, kan? Tapi yang lebih mengejutkan, mereka tetap bisa ingat! Ini bikin para ilmuwan bingung.

Menurut Kazumasa Tanaka, seorang ahli saraf dari Okinawa Institute of Science and Technology, sinaps itu bisa berubah-ubah. Jadi, saat kamu belajar sesuatu, koneksi di antara neuron di otak kamu jadi lebih kuat dan besar. Tapi, seiring waktu, koneksi ini bisa berubah. Bayangkan, dalam waktu beberapa hari, susunan koneksi di otak bisa berbeda banget. Nah, Tanaka dan timnya pengen tahu, gimana sih memori yang bisa bertahan bertahun-tahun bisa ada di 'hardware' yang terus berubah?

Mereka melakukan eksperimen dengan membuat tikus masuk ke kondisi hibernasi. Dalam kondisi ini, lebih dari setengah sinaps di otak tikus itu hilang. Tapi, anehnya, tikus-tikus ini masih bisa mengingat hal-hal yang mereka pelajari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa memori mungkin nggak sepenuhnya tergantung pada sinaps yang ada saat itu. Ada yang menarik di balik proses ini.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Hibernasi itu sebenarnya adalah proses yang kompleks. Di dalam tubuh mamalia, ada sirkuit saraf yang memicu hibernasi, dan ini juga ada di tikus meskipun mereka nggak hibernasi di alam liar. Tim peneliti yang dipimpin oleh Takeshi Sakurai dari Universitas Tsukuba mengembangkan teknik untuk mengaktifkan sirkuit hibernasi ini secara artifisial. Mereka bisa melakukannya dengan mengaktifkan neuron Q di area hipotalamus. Ini bikin kita berpikir, seberapa jauh sih kemampuan otak kita dalam menyimpan memori?

Penemuan ini bisa jadi penting banget untuk memahami bagaimana otak kita bekerja. Jika tikus bisa bertahan dengan ingatan meskipun sinapsnya hilang, mungkin ada mekanisme lain yang berperan dalam penyimpanan memori. Ini bisa membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang bagaimana kita bisa meningkatkan daya ingat atau bahkan mengatasi masalah-masalah terkait memori di masa depan.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Ternyata hibernasi bisa bikin sinaps di otak tikus berkurang, tapi mereka tetap ingat loh! Gimana bisa ya?

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica→
hibernasimemorineurosciencesinapstikus