Kecelakaan New Glenn bikin banyak orang penasaran, apa dampaknya buat misi luar angkasa kita? Yuk, kita bahas!
Jadi, hampir sebulan yang lalu, roket New Glenn meledak di landasan peluncur di Florida. Gede banget, sampai bikin api yang menggelegar! Ini mungkin jadi ledakan roket terbesar yang pernah ada di sana. Sekarang, kita masih berurusan dengan dampak dari kejadian ini.
Ledakan ini bikin landasan peluncur LC-36A hancur total. Bayangkan, meskipun Blue Origin bisa cepat-cepat tahu apa yang salah, mereka nggak punya tempat buat meluncurkan New Glenn lagi. Ini bikin semua orang bertanya-tanya, kapan sih roket ini bisa terbang lagi?
Jeff Bezos dan timnya bilang sih, mereka pengen New Glenn kembali terbang sebelum akhir tahun ini. Tapi banyak orang yang skeptis dengan timeline itu. Soalnya, masalah yang muncul dari ledakan ini bukan hal sepele. Kita semua penasaran, apa artinya ini buat program Artemis yang pengen mendaratkan manusia di Bulan.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kita juga harus mikirin, kapan sih Artemis III dan Artemis IV bakal diluncurkan? Dan gimana dengan rencana bikin pangkalan di Bulan? Semua pertanyaan ini bikin banyak orang, termasuk NASA, jadi lebih khawatir. Misi luar angkasa yang udah direncanakan bisa terhambat gara-gara insiden ini.
Sementara itu, banyak yang berharap Blue Origin bisa segera bangkit dari kegagalan ini. Mereka harus bisa belajar dari kejadian ini dan pastiin semua sistemnya aman sebelum kembali terbang. Ini penting banget, soalnya misi luar angkasa itu bukan cuma soal teknologi, tapi juga nyawa.
Jadi, kita tunggu aja perkembangan selanjutnya. Apakah New Glenn bisa bangkit kembali? Atau ada rencana lain yang harus dipikirkan? Yang jelas, kita semua pengen tahu bagaimana nasib misi luar angkasa kita setelah ledakan ini.
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Kecelakaan New Glenn bikin banyak orang penasaran, apa dampaknya buat misi luar angkasa kita? Yuk, kita bahas!
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


