Oracle rela lepas puluhan ribu staf cuma buat modalin infrastruktur AI. Strategi cerdas atau malah blunder besar?

Bayangin kamu kerja di perusahaan raksasa, terus tiba-tiba posisi kamu hilang gara-gara perusahaan mau fokus ke teknologi baru. Nah, itulah yang lagi terjadi di Oracle.

Baru-baru ini, Oracle ngaku lewat laporan resmi ke SEC kalau mereka udah memangkas sekitar 21.000 karyawan dalam setahun terakhir. Angkanya nggak main-main, hampir 13 persen dari total staf mereka hilang gitu aja.

Kenapa bisa sampai segitunya? Jawabannya simpel tapi ngeri: AI. Oracle lagi gila-gilaan investasi di infrastruktur data center buat dukung perkembangan AI yang lagi booming banget sekarang.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Jadi, mereka lebih milih ngurangin jumlah orang buat dialihin dananya ke mesin-mesin canggih dan server gede. Intinya, mereka lagi 'bersih-bersih' internal biar punya modal lebih buat perang AI.

Oracle terang-terangan bilang kalau adopsi teknologi AI di operasional mereka bikin beberapa peran manusia jadi nggak dibutuhin lagi. Dan yang bikin deg-degan, mereka bilang hal ini mungkin bakal terus terjadi ke depannya.

Ini bukan cuma soal efisiensi, tapi soal bertahan hidup di era AI. Kalau mereka nggak gerak cepat bangun infrastruktur, mereka takut bakal ketinggalan jauh dari kompetitor kayak Microsoft atau Google.

Tapi pertanyaannya, apakah worth it nuker ribuan talenta manusia demi tumpukan server? Banyak yang bilang ini langkah berani, tapi nggak sedikit juga yang merasa ini terlalu ekstrem.

Buat kamu yang kerja di bidang tech, ini jadi pengingat keras. Skill yang kamu punya sekarang bisa jadi nggak relevan tahun depan kalau kamu nggak mau belajar bareng AI.

Takeaway buat kita: Jangan cuma jadi pengguna AI, tapi pelajari gimana AI mengubah cara bisnis bekerja. Adaptasi itu wajib kalau nggak mau jadi bagian dari statistik layoff berikutnya.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Oracle rela lepas puluhan ribu staf cuma buat modalin infrastruktur AI. Strategi cerdas atau malah blunder besar?

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica→
Oraclebisnis teknologikecerdasan buatanlayoffteknologi AI