Perimenopause sering dibahas, tapi apa bener-bener penting? Simak fakta dan mitosnya di sini!

Jadi, belakangan ini perimenopause jadi topik yang sering banget dibahas, ya? Banyak orang, termasuk dokter di TV dan influencer di media sosial, yang ngomongin ini. Dulu, perimenopause dan menopause itu kayak tabu, tapi sekarang udah beda banget. Kalau kamu perempuan di usia 40-an dan ngerasa nggak enak badan, bisa jadi kamu udah masuk fase ini, dan banyak yang bakal bilang kamu butuh tes darah atau suplemen.

Perimenopause biasanya mulai sekitar usia 46 atau 47 tahun. Di fase ini, banyak perempuan yang mulai ngerasain gejala seperti hot flashes, periode yang nggak teratur, atau bahkan kecemasan. Dan gejala-gejala ini bisa bikin hidup jadi berat. Mary Ann Lumsden, mantan presiden International Menopause Society, bilang kalau gejala sering kali paling parah di perimenopause. Soalnya, hormon bisa naik turun dengan drastis, dan itu bikin bingung.

Nah, satu hal yang perlu kamu tahu, nggak ada tes yang bisa menentukan apakah kamu perimenopause atau nggak. Hormon itu fluktuatif banget, jadi hasil tes darah nggak bisa diandalkan. Lumsden juga bilang, 'Kamu nggak bisa menginterpretasi ukuran hormon karena mereka berubah begitu banyak.' Jadi, jangan langsung panik kalau kamu ngerasa nggak enak.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Meskipun gejala itu bikin nggak nyaman, pengobatan yang tepat itu penting. Misalnya, banyak yang bilang untuk minta HRT (hormone replacement therapy) kalau udah ngerasa gejala. Tapi, HRT itu dirancang untuk perempuan menopause, bukan perimenopause. Jadi, efeknya bisa beda dan bahkan bisa bikin perdarahan abnormal. Paula Briggs, mantan ketua British Menopause Society, bilang kalau banyak informasi yang salah beredar di media sosial tentang perimenopause.

Jangan juga langsung percaya sama semua suplemen yang dijual di pasaran. Banyak banget vitamin yang dipasarkan untuk perempuan di usia ini, tapi bukti ilmiah tentang efektivitasnya sering kali minim. Lumsden bilang, 'Saya nggak bisa melihat mekanisme untuk banyak dari mereka.' Jadi, sebelum kamu beli suplemen, pastikan kamu tahu apa yang kamu butuhkan.

Satu hal lagi, nggak semua gejala yang kamu rasakan itu disebabkan oleh hormon. Misalnya, kelelahan, nyeri, dan masalah pencernaan bisa juga muncul karena hal lain. Nanette Santoro, profesor di University of Colorado, bilang bahwa mengaitkan semua yang nggak enak yang terjadi pada perempuan di atas 35 tahun dengan perimenopause itu nggak berdasarkan bukti ilmiah. Jadi, penting banget buat cek ke dokter jika kamu ngerasa ada yang aneh.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari MIT Technology Review.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review
#Technology#MITTechnologyReview#rss