Kenapa Space Development Agency Pentagon lambat dalam peluncuran satelit? Simak penjelasannya di sini.

Jadi, Space Development Agency (SDA) ini dibentuk tahun 2019, tujuannya biar bisa mempercepat pengembangan sistem angkasa militer AS. Kamu tahu kan, Pentagon itu terkenal lambat banget dalam urusan birokrasi. Nah, SDA ini diharapkan bisa jadi solusi, tapi ternyata perjalanan mereka gak semulus yang diharapkan.

Setelah tujuh tahun, akhirnya SDA mulai meluncurkan batch pertama satelit operasional. Tapi, di saat yang sama, Pentagon malah berencana untuk menutup SDA dan menggabungkannya lagi ke dalam Space Force. Ini bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa sih SDA baru mulai sekarang?

Rencana penutupan ini bukan hal yang mengejutkan. Banyak anggota Kongres dari berbagai partai udah mendukung penutupan SDA dalam rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahun ini. Ini menunjukkan bahwa ada ketidakpuasan terhadap kecepatan SDA dalam menyelesaikan proyeknya.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Sebenernya, banyak yang berharap SDA bisa lebih cepat dalam meluncurkan teknologi baru, soalnya ancaman dari luar, seperti serangan rudal, terus meningkat. Setiap hari, ada aja rudal yang diluncurkan ke pasukan gabungan dalam operasi yang dinamakan Epic Fury. Ini bikin urgensi untuk teknologi angkasa semakin tinggi.

Tapi, masalahnya adalah birokrasi yang udah mendarah daging di Pentagon. Meskipun SDA dibentuk untuk menghindari itu, tetap aja mereka terjebak dalam sistem yang sama. Jadi, pertanyaannya, apakah SDA bisa bertahan dan beradaptasi dengan cepat sebelum semuanya terlambat?

Dengan semua perubahan ini, kita perlu lihat gimana dampaknya terhadap pengembangan teknologi militer di masa depan. Apakah penggabungan ini bakal mempercepat proses, atau justru bikin semuanya jadi lebih lambat lagi? Kita tunggu aja!

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss