SpaceX batal luncurkan Starship karena mesin nggak berfungsi. Apa yang terjadi? Baca selengkapnya!

Jadi, SpaceX baru-baru ini harus membatalkan peluncuran Starship yang sangat dinanti-nanti. Rencananya, roket raksasa ini mau meluncur dari Texas, tapi sayangnya, mesin-mesin di Super Heavy booster nggak mau nyala. Bayangin aja, semua persiapan udah siap, countdown udah berjalan, eh tiba-tiba ada masalah. Ini bikin semua orang yang udah excited jadi kecewa.

Peluncuran ini seharusnya jadi momen bersejarah, soalnya Starship ini adalah roket terbesar yang pernah ada. Tingginya lebih dari 400 kaki! SpaceX udah siapin lebih dari 11,5 juta pon bahan bakar cair, yaitu metana dan oksigen cair, untuk mendukung peluncuran ini. Tapi, saat mesin mau dinyalain, komputer yang ngontrol countdown malah bilang 'stop'.

Setelah pembatalan ini, tim engineer langsung bergerak cepat. Mereka mulai nyiapin untuk menguras tangki bahan bakar dari roket. Ini penting banget, soalnya tangki yang penuh bisa berbahaya. Sayangnya, pihak SpaceX belum kasih tahu kapan mereka bakal coba lagi. Jadi, kita semua masih nunggu kabar baik dari mereka.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Kejadian ini bikin kita ingat betapa rumitnya dunia penerbangan luar angkasa. Meski udah ada banyak kemajuan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi, satu hal yang pasti, SpaceX nggak akan menyerah. Mereka pasti bakal terus berusaha sampai Starship bisa terbang dengan sukses.

Buat kamu yang penasaran, ini bukan pertama kalinya SpaceX mengalami hal seperti ini. Mereka udah beberapa kali mengalami pembatalan peluncuran karena berbagai alasan. Tapi, setiap kali mereka bangkit lagi dan belajar dari pengalaman. Makanya, kita semua harus tetap dukung dan tunggu inovasi dari mereka.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss