SpaceX punya rencana bikin data center orbital yang bisa bikin cuan. Gimana caranya? Yuk, simak!
Jadi, SpaceX itu bukan cuma fokus bikin roket doang, tapi mereka lagi ngincar bikin data center di luar angkasa. Gimana ceritanya? Elon Musk, sang pendiri, udah kasih bocoran tentang rencana ini. Mereka mau meluncurkan satu konstelasi yang terdiri dari 1 juta satelit yang bisa menghasilkan 120 GW energi. Energi ini nantinya bakal dipakai buat nge-power GPU canggih yang bisa melayani puluhan juta pengguna. Gede banget, kan?
Nah, di bulan Juni kemarin, Elon dan Ian Dahl, yang ngejabat sebagai direktur teknik satelit di SpaceX, muncul di video promosi. Di situ, mereka ngobrol tentang satelit pertama yang mereka kembangkan, yang dinamai AI1. Ini adalah langkah awal untuk bikin data center orbital yang bener-bener bisa berfungsi. Mereka akhirnya kasih tahu ukuran dan kemampuan daya dari satelit ini, yang bikin kita semua makin penasaran.
Satelit AI1 ini dirancang supaya bisa ngasilin energi yang cukup buat ngejaga semua sistem di luar angkasa. Bayangkan, dengan semua satelit ini, SpaceX bisa bikin infrastruktur yang mendukung berbagai layanan data center. Ini bukan cuma sekadar proyek, tapi bisa jadi game changer di industri teknologi. Apalagi, mereka juga berusaha bikin semua ini lebih murah dan ringan, jadi lebih efisien.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Tapi, tentu aja, ada tantangan besar di depan. Bikin satelit yang bisa bertahan di luar angkasa bukan hal yang gampang. Mereka harus mikirin banyak faktor, mulai dari radiasi, suhu ekstrem, sampai masalah teknis lainnya. Elon dan timnya harus siap dengan semua risiko ini, soalnya kalau gagal, bisa berpengaruh besar ke rencana mereka.
Di sisi lain, kalau semua ini berhasil, SpaceX bisa jadi pionir dalam industri data center orbital. Ini bisa jadi peluang cuan yang gede, bukan cuma buat mereka, tapi juga buat banyak perusahaan yang butuh layanan data di luar angkasa. Kita tunggu aja, apakah rencana ambisius ini bisa terwujud dalam waktu dekat.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→

