Elon Musk punya rencana unik buat pusat data di luar angkasa, tapi ada sisi gelapnya. Yuk, kita bahas lebih dalam!

Jadi, kamu tahu kan Elon Musk? Dia lagi ngomongin rencana bikin pusat data satelit yang super gede di luar angkasa. Ide ini mungkin kedengarannya keren, tapi ada banyak hal yang perlu dipikirin, terutama soal dampaknya. Bayangkan aja, kita bisa mengirim banyak material berharga ke luar angkasa, tapi di sisi lain, kita juga bisa bikin masalah baru dengan e-waste.

Sektor luar angkasa komersial sering banget ngomongin soal menambang asteroid buat ngambil logam berharga. Tapi, sekarang kita malah mau ngelakuin kebalikannya. Dengan rencana ini, SpaceX bisa bikin orbit di sekitar Bumi jadi penuh dengan satelit yang udah nggak terpakai. Misalnya, Starlink aja udah nambahin banyak objek di orbit rendah Bumi, dan pusat data ini bisa bikin jumlahnya jadi jauh lebih banyak.

Satu hal yang bikin khawatir adalah umur pakai dari GPU pusat data ini. Diperkirakan, sekitar 200 ribu dari satu juta satelit yang diajukan bakal dipensiunkan setiap tahunnya. Dan yang lebih parah, banyak dari mereka bakal terjatuh dan terbakar di atmosfer. Bayangkan, material yang seharusnya bisa didaur ulang malah jadi polusi di atmosfer.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Sisa dari satelit yang nggak terbakar bakal dipindahin ke orbit pembuangan yang jauh. Jadi, dari sudut pandang siklus hidup material, semua ini jadi hilang. Kita udah punya masalah sustainability di Bumi, dan sekarang kita mau bikin masalah baru di luar angkasa? Ini jelas jadi pertanyaan besar buat kita semua.

Belum lagi, ada isu lain yang muncul. Misalnya, alumunium dari satelit-satelit ini bisa menyebabkan penipisan ozon dalam jangka waktu yang lama. Jadi, kita perlu mikir dua kali sebelum melangkah lebih jauh dengan rencana ini. Apa kita siap untuk menghadapi konsekuensi dari inovasi yang terlihat keren ini?

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Elon Musk punya rencana unik buat pusat data di luar angkasa, tapi ada sisi gelapnya. Yuk, kita bahas lebih dalam!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica→
SpaceXdata orbitalteknologi