Kamu pernah ngerasa AI itu jawabannya itu-itu aja? Yuk, simak bagaimana startup ini berusaha bikin AI lebih unik dan kreatif!

Pernah nggak sih kamu main sama chatbot, terus minta nomor acak antara 1 sampai 10? Pasti jawabannya 7, kan? Hampir selalu! Nah, ini bukan kebetulan, tapi karena banyak model AI yang terjebak dalam pola pikir yang sama. Jadi, kalau kamu lagi butuh ide baru atau pengen brainstorming, ini bisa jadi masalah besar.

Di sinilah peran Springboards, sebuah startup asal Australia yang menciptakan model AI bernama Flint. Flint ini dilatih untuk memberikan jawaban yang lebih bervariasi daripada chatbot biasa. Misalnya, ketika ditanya tempat wisata di Eropa, Flint bisa kasih jawaban yang lebih unik, bukan cuma yang umum-umum aja.

Pip Bingemann, salah satu pendiri Springboards, bilang kalau banyak model AI yang justru berjuang dengan halusinasi, sedangkan Flint justru menyambutnya. Dalam sebuah demo, Bingemann menunjukkan gimana Flint bisa memberikan jawaban yang berbeda, seperti angka acak yang lebih variatif, bukan cuma 7 melulu.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Contohnya, ketika ditanya tentang mobil, chatbot biasa mungkin bakal jawab Toyota atau Honda. Tapi Flint bisa memberikan jawaban yang lebih unik, seperti Ford F-150. Bingemann menjelaskan bahwa banyak informasi yang hilang karena model-model ini cenderung bias dan nggak berani keluar dari zona nyaman.

Satu hal yang menarik, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa banyak model AI yang menghasilkan jawaban yang mirip saat ditanya pertanyaan terbuka. Misalnya, ketika diminta membuat metafora tentang waktu, banyak yang menjawab 'Waktu adalah sungai'. Ini menunjukkan bahwa banyak model AI saat ini dilatih dengan cara yang sama, sehingga jawabannya pun jadi monoton.

Springboards juga mengembangkan alat yang bisa digunakan oleh profesional kreatif di bidang iklan dan pemasaran untuk brainstorming. Dengan alat ini, kamu bisa menggabungkan jawaban dari berbagai model AI dan menciptakan sesuatu yang baru. Flint jadi pilihan alternatif buat mereka yang pengen variasi lebih.

Zoe Scaman, pendiri startup strategi bisnis, mencoba Flint dan merasa sangat terbantu. Dia bilang Flint bisa membawanya ke arah yang berbeda dan memberikan ide-ide baru yang menarik. Misalnya, saat ditanya tentang cara meremajakan perusahaan keuangan untuk generasi muda, Flint memberikan ide yang lebih segar dibandingkan model lain yang cenderung klise.

Walaupun Flint masih dalam tahap prototipe dan kadang bisa gagal, ide di baliknya cukup kuat. Bingemann dan timnya percaya bahwa kurangnya variasi adalah masalah yang harus diatasi oleh semua pengguna chatbot. Mereka ingin memberikan pilihan kepada orang-orang untuk menentukan apakah hasilnya bagus atau tidak.

Intinya, variasi itu penting banget untuk memicu ide-ide baru. Kita nggak mau terjebak dalam dunia yang monoton dan membosankan, kan? Jadi, kalau kamu lagi butuh inspirasi, coba deh eksplorasi dengan model-model AI yang lebih kreatif seperti Flint ini.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Kamu pernah ngerasa AI itu jawabannya itu-itu aja? Yuk, simak bagaimana startup ini berusaha bikin AI lebih unik dan kreatif!

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review→
AIinovasikreativitasstartupteknologi