Verizon jalin kerja sama $1 miliar dengan Google, siap-siap cuan dari fiber gelap dan data center baru!
Jadi, Verizon baru aja ngumumin kerja sama yang bikin heboh, yaitu deal lebih dari $1 miliar buat nyambungin data center Google lewat jalur fiber gelap mereka. Ini bukan sekadar proyek biasa, soalnya Verizon juga lagi ngubah kantor pusat mereka jadi data center kecil yang siap mendukung kebutuhan AI. Gak main-main, ini bisa jadi langkah besar buat mereka di dunia teknologi.
CEO Verizon, Dan Schulman, bilang kalau mereka bakal ngeluarin lebih banyak deal terkait AI sebelum tahun ini berakhir. Dan yang bikin menarik, deal-deal ini diprediksi bakal bawa cuan miliaran dolar dalam beberapa tahun ke depan. Jadi, semua ini bukan cuma omong kosong, tapi ada rencana serius di baliknya.
Schulman juga ngebahas tentang pentingnya konektivitas antara data center. Soalnya, kebutuhan untuk menghubungkan satu data center ke yang lain makin meningkat, terutama buat mendukung aplikasi yang butuh latency rendah, kayak robotika, bedah jarak jauh, dan mobil otonom. Ini semua jadi tantangan baru yang harus dihadapi oleh perusahaan-perusahaan teknologi.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Dengan semua perubahan ini, Verizon sepertinya pengen jadi pemain utama di pasar AI yang lagi booming. Mereka sadar kalau untuk bisa bersaing, mereka harus bisa ngasih solusi yang cepat dan efisien. Nah, fiber gelap ini bisa jadi kunci untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di sektor teknologi.
Jadi, apa yang bisa kita ambil dari semua ini? Pertama, Verizon serius banget mau terjun ke dunia AI. Kedua, fiber gelap bukan cuma sekadar infrastruktur, tapi juga peluang besar buat cuan. Dan yang terakhir, ini bisa jadi awal dari banyak inovasi baru yang bakal muncul di industri teknologi.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


