Ilwan baru nemuin bukti kalau Valles Marineris, kawah paling gede di tata surya, masih gerak sampai sekarang. Data InSight lander ngasih gambaran kalau Mars gak sepi banget kayak yang kita kira.

Kamu pasti pernah lihat foto Mars dengan lubang raksasa yang melintang seperti bekas sabetan pedang raksasa. Itu Valles Marineris — kawah sepanjang 4.000 kilometer, lebar sampai 200 kilometer, dan dalamnya bisa nyampe 7 kilometer. Buat bandingin, Grand Canyon di AS cuma panjang 446 kilometer. Lama banget para ilwan mikir kawah ini udah mati total, cuma bekas ledakan lama atau erosi air zaman dulu. Tapi data terbaru dari NASA InSight lander bikin mereka harus mikir ulang.

Sejak 2018, InSight nongol di Elysium Planitia dengan seismometer super sensitif yang bisa nangkep getaran sekecil apa pun. Selama hampir empat tahun, si robot ini ngecatet lebih dari 1.300 marsquake. Yang bikin heboh: beberapa gempa itu asalnya dari arah Valles Marineris. Magnitudenya gak gede-gede amat — paling sekitar 3,0 hingga 4,0 skala Richter — tapi fakta aja kalau ada gempa di situ artinya batuan di bawah kawah masih gerak. Artinya, Mars masih punya panas internal yang cukup buat bikin kerak planet bergeser, meski pelan.

Kenapa ini bikin ilwan terkejut

Dulu teori mayoritas bilang Mars udah mati geologis sejak 3-4 miliar tahun lalu. Keraknya kaku, tidak ada lempeng tektonik kayak Bumi, dan gunung api raksaya Olympus Mons udah lama gak erupisi. Valles Marineris dianggap cuma bekus retakan pas Mars mendingin, kayak kulit kering yang pecah-pecah. Tapi kalau masih ada gempa di situ, berarti ada proses aktif yang masih nggerakkan batuan. Beberapa ilwan mikir ini gara-gara panas sisa dari inti Mars yang masih keluar lambat, bikin kerak di atasnya regang dan akhirnya retak. Ada juga yang duga ini hubungannya dengan aliran magma di bawah permukaan yang belum total beku.

Data InSight juga ngasih clue soal struktur dalam Mars. Gelombang seismik dari marsquake lewat lapisan-lapisan batuan dan pantul balik ke sensor. Dari waktu tempuh gelombang itu, ilwan bisa duga komposisi dan suhu di dalam. Temuannya: mantel Mars ternyata lebih dingin dari prediksi model lama, tapi intinya masih cair dan lebih gede dari dugaan. Kombinasi ini bikin kerak Mars jadi agak 'mengapung' di atas mantel yang licin, dan tekanan internal kadang bikin retakan lama kayak Valles Marineris bergerak dikit. Gak kayak Bumi yang lempengnya naik turun terus, Mars geraknya episodik — diam ratusan juta tahun, lalu gerak sebentar pas tekanan nyampe batas.

Apa artinya buat misi depan

Ini berita bagus banget buat misi masa depan, apalagi yang nyasar nyari kehidupan atau siapin koloni manusia. Kalau Mars masih aktif tektonik, berarti mungkin masih ada sumber panas geothermal di bawah permukaan. Panas itu bisa cairin es air yang terkubur jadi air cair — dan air cair itu bahan utama kehidupan. Beberapa ilwan spekulasi kalau di dekat retakan aktif mungkin ada lingkungan hydrothermal mirip lubang hidrotermal di lautan Bumi, tempat bakteri primitif bisa hidup tanpa matahari. Juga, kalau kita mau bangun base di Mars, tempat dekat aktivitas tektonik rendah tapi ada akses panas geothermal bisa jadi lokasi strategis buat listrik dan pemanas.

Sayangnya InSight udah mati total akhir 2022 gara-gara panel suryanya tertutup debu tebal. Tapi datanya masih dianalisis sampai sekarang, dan pasti masih ngebuka rahasia baru. Misi berikutnya kayak Mars Sample Return atau rover China Tianwen-3 bakal bawa instrumen lebih canggih. Ada rencana juga pasang jaringan seismometer global di Mars — bukan cuma satu titik kayak InSight — biar bisa mapping aktivitas tektonik seluruh planet real-time. Kita baru ngupas permukaan aja soal Mars, dan Valles Marineris ternyata masih punya cerita yang belum kelar.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Ilwan baru nemuin bukti kalau Valles Marineris, kawah paling gede di tata surya, masih gerak sampai sekarang. Data InSight lander ngasih gambaran kalau Mars gak sepi banget kayak yang kita kira.

MarsNASA InSightValles Marinerismarsquaketektonik