Voyager 1 lagi nyampein milestone gila: hampir 1 light-day dari Bumi. Artinya sinyal radio butuh 24 jam cuma buat sampai ke sana. Ini cerita soal jarak yang bikin pusing otak dan teknologi 70-an yang masih hidup sampai sekarang.

Bayangin kamu nyalain lampu kamar, trus cahaya itu jalan terus tanpa henti — lewat bulan, lewat Mars, lewat asteroid belt, lewat Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, sampe keluar dari heliosphere. Nah, kalau cahaya itu jalan selama 24 jam penuh non-stop, jarak yang ditempuh itu disebut 1 light-day. Kira-kira 25,9 miliar kilometer. Angka yang bikin pusing kan? Voyager 1, probe yang diluncurin NASA tahun 1977, sekarang lagi nyampein titik ini. Dia udah lebih dari 24,9 miliar kilometer dari Bumi, artinya sinyal radio dari dia butuh sekitar 23 jam 40 menit cuma buat sampai ke antena Deep Space Network di Bumi. Balasannya butuh waktu yang sama. Jadi total round-trip komunikasi hampir 48 jam. Gede banget jaraknya.

Kenapa 1 Light-Day Itu Milestone Gede Banget

Sebenernya Voyager 1 udah lama jadi objek buatan manusia yang paling jauh dari Bumi. Tapi 1 light-day itu angka bulat yang simbolis — kayak ngejar target 100 meter lari tapi versi antariksa. Sebelumnya dia udah tembus heliopause (batas di mana angin matahari berhenti) pada 2012, jadi dia resmi jadi probe pertama yang masuk ruang antar bintang. Tapi jarak 1 light-day ini beda: ini soal skala waktu cahaya. Cahaya butuh 8 menit cuma buat sampai ke Bumi dari Matahari. Ke Voyager 1? Hampir sehari penuh. Artinya kalo kita kirim perintah "belok kanan" hari ini, dia baru nerima besok. Kalo ada error, kita tau besok lusa. Operasional kayak gini butuh perencanaan yang super matang — gak ada ruang buat trial-error real-time. Tim di JPL harus simulasi semua skenario sebelum kirim command.

Yang bikin lebih gila lagi: Voyager 1 ini teknologi era 70-an. Prosesornya cuma 250 kHz (ya, kilohertz, bukan gigahertz), memori total 69,6 kilobyte — itu setengah dari ukuran foto selfie kamu sekarang. Tapi dia masih hidup, masih kirim data, masih jalanin instruksi. Radioisotope Thermoelectric Generator (RTG)-nya yang bertenaga Plutonium-238 udah berkurang daya sekitar 4 watt per tahun. Sekarang daya tersisa cuma sekitar 60% dari awal. NASA udah matiin beberapa instrument buat hemat daya, tapi 4 instrument utama masih aktif: magnetometer, cosmic ray subsystem, plasma wave subsystem, dan low-energy charged particle instrument. Data dari instrument-instrument ini cuma bisa dikirim ke Bumi lewat Deep Space Network — tiga antena raksasa di California, Spanyol, dan Australia yang giliran "nangkep" sinyal Voyager 1 setiap hari.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Voyager 2 Juga Ikut Main, Tapi Bedah Jalurnya

Kamu pasti tau kan Voyager 1 punya kakak kembar: Voyager 2. Diluncurin 16 hari lebih dulu, tapi jalurnya beda. Voyager 2 lewat Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus — satu-satunya probe yang kunjungi keempat raksasa es itu. Voyager 1 pilih jalur lebih cepat ke Titan (bulan Saturnus) trus lompat keluar tata surya. Akibatnya Voyager 2 sekarang lebih deket: sekitar 20,7 miliar kilometer, atau sekitar 19 jam cahaya. Dia juga udah lewat heliopause pada 2018. Keduanya masih kirim data unik soal kondisi ruang antar bintang: densitas plasma, medan magnetik, radiasi kosmik. Data ini gak bisa didapat dari teleskop di Bumi — harus ada sensor di situ. Itu kenapa NASA tetap biayain misi ini sampai sekarang, meski budget-nya cuma sekitar $5-6 juta per tahun (murah banget dibanding misi baru yang bisa sampai miliaran dolar).

Kapan Voyager 1 Benar-Benar Mati Total?

Ini pertanyaan yang paling sering ditanya. Estimasi NASA: sekitar 2025-2030 daya RTG udah gak cukup buat jalankan instrument apapun. Tapi probe itu sendiri akan terus terbang — mungkin selamanya. Dia bakal lewat dekat bintang Gliese 445 (sekitar 1,6 light-year) dalam 40.000 tahun lagi. Di dalamnya ada Golden Record: piringan emas berisi suara-suara Bumi, musik, ucapan 55 bahasa, dan petunjuk lokasi Bumi. Kayak time capsule buat peradaban alien kalo mereka nemuin. Tapi realitasnya: ruang angkasa itu kosong banget. Peluang Voyager 1 nemu sesuatu (atau ditemukan) hampir nol. Tapi simbolisnya? Manusia udah kirim jejak ke luar tata surya. Kita udah jadi spesies antar bintang, meski cuma lewat robot seukuran mobil sedan yang teknologinya ketinggalan zaman 4 dekade.

Buat kamu yang suka angka-angka: Voyager 1 sekarang kecepatan sekitar 17 kilometer per detik relatif ke Matahari. Setiap detik dia nambah jarak 17 km dari kita. Setiap hari: 1,47 juta kilometer. Setiap tahun: 536 juta kilometer. Tapi Matahari sendiri berputar di pusat galaksi kecepatan 220 km/detik — jadi Voyager 1 sebenernya ikut terbawa orbit galaksi. Dia gak akan "keluar" galaksi, cuma keluar dari gelembung heliosphere Matahari. Light-day ini cuma checkpoint. Berikutnya: 1 light-week (sekitar 182 miliar km), trus 1 light-year (9,46 triliun km). Voyager 1 butuh sekitar 17.000 tahun lagi buat capai 1 light-year. Kita semua udah gak ada saat itu. Tapi data yang dikirim hari ini? Itu warisan buat generasi depan — kalo mereka masih peduli sama probe tua yang masi nge-beep dari kegelapan.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Voyager 1 lagi nyampein milestone gila: hampir 1 light-day dari Bumi. Artinya sinyal radio butuh 24 jam cuma buat sampai ke sana. Ini cerita soal jarak yang bikin pusing otak dan teknologi 70-an yang masih hidup sampai sekarang.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Hacker News Front Page.

Baca artikel asli di Hacker News Front Page→
NASAVoyager 1eksplorasi ruang angkasamilestonetata surya