Thailand SEC ngelaporin Bitget ke polisi soal operasional tanpa izin 2022-2025, plus bakal blokir akses mulai 5 Desember. Nasib akuisisi GMO-Z jadi abu-abu.
Thailand SEC nggak main-main lagi soal exchange crypto yang operasi tanpa izin. Kamis lalu, mereka ngelaporin BG Limited, operator Bitget, ke Divisi Penyidikan Kejahatan Ekonomi (ECD) soal dugaan jalani bisnis exchange aset digital tanpa lisensi dari 2022 sampe 2025. Di laporan nomor 241/2026 itu, SEC juga nyebetin nama Mr. Kritsana Kritsananuwat sebagai dukungan yang promosiin Bitget lewat Facebook dan YouTube. Kalau kamu punya aset di Bitget, ini bukan sekadar peringatan biasa, ini kasus kriminal beneran.
Kenapa SEC ngelapor ke polisi, bukan cuma blokir aja
Menurut temuan SEC, Bitget dari 2022 sampe 2025 ngelakuin aktivitas kayak exchange beneran: punya sistem trading, nge-charge fee, website pakai bahasa Indonesia dengan nilai rupiah, dan aktif nyodok user Indonesia lewat channel 'Bitget Thailand' di X, 'BGB Thai Holder' di Telegram, sama 'bitgetthailand' di TikTok. Semua itu masuk definisi exchange aset digital di Section 3 Emergency Decree on Digital Asset Businesses B.E. 2561 (2018). Operasional tanpa lisensi melanggar Section 26 dan bisa dikena hukuman Section 66. Kasus ini sekarang di tangan pejabat penyidik, baru nanti ke jaksa dan pengadilan, proses yang bisa butuh waktu lama.
Akuisisi GMO-Z jadi abu-abu gara-gara kasus ini
Ironisnya, laporan kriminal ini datang cuma beberapa minggu setelah Bitget umumkan rencana beli GMO-Z.com Cryptonomics (Thailand), exchange dan brokerage yang sudah punya lisensi Thailand. Dealnya: GMO Internet dan holding Thailand-nya bakal transfer total saham GMO-Z (sekitar 49% dan 50.94%) ke BTGT Management (Thailand) Ltd, anak usaha Bitget. CEO Bitget Gracy Chen bilang akuisisi ini 'peluang besar buat operasi lokal'. Tapi timeline-nya udah geser: tanggal efektif transfer saham mundur dari 31 Oktober jadi 30 November, cuma 5 hari sebelum blokir akses Bitget dimulai.
Pola blokir akses Thailand: Bybit, OKX, sekarang Bitget
Ini bukan pertama kalinya Thailand pakai alat blokir akses. Mid-2025 lalu, SEC suruh Bybit, OKX, dan tiga platform lain tanpa lisensi diblokir mulai 28 Juni, dengan suratin user pindahin aset dulu. Pola sama diterapin ke Bitget, tapi kali ini ditambah laporan polisi terhadap operator dan promoter spesifik. Sisi lain, Thailand justru ngasih insentif pajak capital gains hanya buat trading di platform berlisensi SEC, dan memperluas produk crypto terregulasi di derivatif dan pasar modal. Platform tanpa lisensi dapet perlakuan lawan: peringatan investor, blokir akses, dan sekarang laporan ke polisi.
Yang belum jelas: apakah kasus kriminal BG Limited buat periode 2022-2025 bakal ngeblok, nunda, atau nggak ngaruh ke bid BTGT ambil alih operator berlisensi GMO-Z. Statement SEC nggak sebut GMO-Z sama sekali. Bitget juga belum ngasih tanggapan resmi soal laporan ini di samping rilis akuisisi. Buat user Thailand yang masih di Bitget, jam praktisnya tik-tok menuju 5 Desember. Buat Bitget, ujiannya apakah 30 November nge-buka pintu terregulasi ke Thailand, atau laporan polisi Kamis jadi pertanyaan baru yang harus dijawab ECD dan SEC.
- Kalau masih punya aset di Bitget, siapin rencana tarik dana sebelum 5 Desember
- Cek platform berlisensi SEC Thailand kalo mau trading aman & dapat insentif pajak
- Pantau perkembangan akuisisi GMO-Z, bisa jadi jalan keluar Bitget balik legal di Thailand
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Thailand SEC ngelaporin Bitget ke polisi soal operasional tanpa izin 2022-2025, plus bakal blokir akses mulai 5 Desember. Nasib akuisisi GMO-Z jadi abu-abu.



