Mantan agen FBI Patrick Yaroch ngaku bersalah nyuri $2,5 juta crypto dari 35 investigasi, pakai kredensial rahasia kantor. Dia bahkan tanya ChatGPT cara lari ke Portugal — dan AI-nya ngejarin beli kebun anggur. Gila banget, kan?
Bayangin kamu punya akses ke dompet digital para kriminal paling berbahaya di dunia — trus kamu sedot isinya buat sendiri. Itu persis yang dilakukan Patrick Yaroch, mantan agen FBI yang baru aja ngaku bersalah mencuri $2,5 juta crypto dari 35 investigasi berbeda. Dia gak main-main: pakai kredensial rahasia yang dikumpulkan FBI saat operasi, dia masuk ke wallet-wallet target trus pindahin asetnya ke rekening pribadi. Kasus ini bikin gempar soalnya pelakunya bukan hacker luar, tapi orang dari dalam yang seharusnya ngejaga hukum.
Caranya cukup sederhana tapi jahat. Sebagai agen, Yaroch punya akses ke seed phrase dan private key yang disita FBI dari sindikat kriminal dan musuh negara. Dia gak perlu nge-hack apa-apa — cuma masuk pakai kredensial resmi, trus transfer coin ke wallet sendiri. Prosecutor bilang dia sudah ngelakuin ini berulang kali, merusak investigasi besar-besaran termasuk pengumpulan intelijen asing. Bayangin kerugiannya: bukan cuma duit, tapi bukti-bukti kritis dan sumber rahasia FBI jadi terbongkar gara-gara satu orang tamak.
Kenapa dia nyoba lari ke Portugal
Di sini ceritanya makin aneh. Yaroch gak cuma curi duit, dia mikir panjang soal hidupmu baru. Dia buka ChatGPT trus tanya: "Gimana caranya max profit dari investasi dan tinggal di Uni Eropa?" Jawaban AI-nya? Beli kebun anggur di Portugal. Yaroch ambil serius banget — dia bikin surat kuasa buat pengacara Portugal urus nomor pajak, trus booking tiket ke Lisboa September lalu. Kelihatannya dia sudah siap lari jauh-jauh, tapi rencananya bocor sebelum sempat eksekusi.
Ternyata dia sendiri yang ngerusak rencananya. 29 Juli lalu, Yaroch breakdown di depan mantan kolega di Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman. Dia ngaku udah bikin "keputusan sangat buruk" soal wallet crypto, trus langsung laporkan diri ke markas FBI. Alasannya? Dia frustrasi soalnya FBI "ga bisa atau ga mau" tindak akun crypto musuh, jadi dia putusin "urus sendiri". Awalnya dia klaim cuma 10-12 transfer di bawah $1 juta — tapi kenyataannya jauh lebih gede, $2,5 juta dari 35 kasus beda.
Barang bukti yang ketemu di rumah dia
Dua hari setelah surrender, FBI gedor rumah Yaroch dan nemuin barang-barang yang bikin kasus ini makin kuat. Ada Trezor hardware wallet, tiga paspor, dan selembar kertas berisi seed phrase — kunci utama buat akses crypto. Di akun Kraken-nya ada $188.600, mayoritas USD dan USDC, sisanya Bitcoin dan Squid (QUID). Tapi yang bikin nganga: $933.800 nongol di Suilend, protokol pinjaman di blockchain Sui, diakses lewat aplikasi Slush wallet. Alasan Yaroch pilih Suilend? "Cuma soalnya logo-nya tetes air." Lucu tapi ngerikan.
Petugas berhasil tarik sekitar $925.000 dari akun-akun itu ke wallet pemerintah. Uang cash $165.600 di Kraken ga bisa dipindahin cara yang sama, jadi masih tertahan. Total yang sudah dikembalikan cukup gede, tapi kerusakan buat investigasi FBI-nya udah jadi. Prosecutor bilang aksi Yaroch ngancam banyak kasus terhadap grup kriminal dan musuh negara, serta metode intelijen asing. Semua gara-gara satu agen yang lupa tugasnya.
Dampak buat investigasi FBI
Ini bukan cuma soal duit yang hilang. Plea agreement nyebutin aksi Yaroch kompromikan multiple investigasi FBI ke grup kriminal dan nation-state adversaries. Maksudnya: bukti-bukti yang seharusnya dipakai ngejar bos mafia atau hacker negara lain jadi rusak soalnya dia udah sedot asetnya dulu. Sources dan methods buat koleksi intelijen asing juga kebocoran. Bayangin kerugian jangka panjang: FBI kehilangan kepercayaan mitra asing, investigasi tahunan bisa ambruk, dan musuh bebas bergerak karena jejak digital mereka udah dihapus Yaroch.
Saya telah membuat keputusan yang sangat buruk terkait dompet kripto.
Patrick Yaroch ke mantan kolega di Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman
- Trezor hardware wallet dan seed phrase fisik ditemukan di rumah
- Tiga paspor — indikasi rencana lari yang matang
- Akun Kraken: $188.600 (USD, USDC, Bitcoin, QUID)
- Suilend di blockchain Sui: $933.800 lewat Slush wallet
- Total aset yang berhasil disita pemerintah: ~$925.000
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Mantan agen FBI Patrick Yaroch ngaku bersalah nyuri $2,5 juta crypto dari 35 investigasi, pakai kredensial rahasia kantor. Dia bahkan tanya ChatGPT cara lari ke Portugal — dan AI-nya ngejarin beli kebun anggur. Gila banget, kan?



