Pemilu tengah 2026 sebentar lagi, dan meski kripto gak jadi topik panas di debat, hasilnya bakal ngaruh banget ke aturan main industri. Ini race-race kunci yang harus kamu incarin.

Kamu pasti udah dengar berulang kali: kripto bukan isu utama di pemilu 2026. Ekonomi, imigrasi, aborsi — itu yang bikin pemilih ke TPS. Tapi jangan salah, hasil pemilu tengah ini bakal nunjukin siapa yang ngontrol Kongres mulai Januari 2027, dan itu berarti nasib regulasi aset digital di tangan mereka. CoinDesk udah mapping race-race kunci yang bisa bikin industri kripto seneng atau panik. Kalau kamu pegang token, bangun di Web3, atau cuma penggemar blockchain, ini waktu buat mulai memperhatikan politik AS serius-seriusan.

Di Senati, perhatian utama jatuh ke Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan — tempat undang-undang kripto biasanya lewat pertama kali. Elizabeth Warren dari Massachusetts, kritik keras industri, lagi ngincar re-election dan dia punya dana kampanye yang gede. Lawannya? John Deaton, advokat pro-kripto yang sudah lama lawan SEC. Di Ohio, Sherrod Brown (Demokrat, anti-kripto) digulingin oleh Bernie Moreno, founder blockchain yang pro-industri. Sementara Cynthia Lummis dari Wyoming, senator paling pro-Bitcoin, aman di kursinya tapi butuh teman satu tim buat lewatkan bill. Setiap kursi Senati berarti satu vote buat aturan stablecoin, market structure, atau bahkan strategic Bitcoin reserve.

Senat jadi benteng pertahanan regulasi

Kenapa Senati begitu penting? Soalnya di sini mayoritas 60 vote butuh buat lewatkan legislasi besar — termasuk bill kripto komprehensif. Kalau Demokrat pertahankan mayoritas, Warren dan Brown (kalau menang) bakal terus blokir bill yang dianggap longgar. Kalau Republiken ambil alih, Lummis dan Tim Scott (South Carolina, pro-kripto) bakal punya jalan lebih lebar. Tapi gak semuanya hitam-putih: ada Demokrat seperti Kirsten Gillibrand yang co-sponsor bill stablecoin, dan Republiken seperti JD Vance yang pernah pro-kripto tapi sekarang fokus jadi calon wakil presiden. Race di Pennsylvania (Bob Casey vs Dave McCormick), Michigan (Elissa Slotkin vs Mike Rogers), dan Arizona (Ruben Gallego vs Kari Lake) jadi penentu balance of power.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Di sisi House, Komite Jasa Keuangan jadi arena utama. Patrick McHenry (Republiken, North Carolina) udah pensiun, jadi kursi chairman terbuka. French Hill (Arkansas) dan Bill Huizenga (Michigan) jadi kandidat terkuat — keduanya pro-inovasi tapi beda pendekatan. Di sisi Demokrat, Maxine Waters (California) masih ranking member, tapi dia udah 86 tahun dan mungkin mundur. Race di district-district swing seperti New York 17 (Mike Lawler vs Mondaire Jones), California 45 (Derek Tran vs Michelle Steel), dan Pennsylvania 10 (Scott Perry vs Janelle Stelson) bakal tentuin komposisi komite. Ingat: semua bill pajak dan spending harus originate dari House, jadi aturan reporting broker DeFi atau definisi 'digital asset' di kode pajak bakal dibahas di sini dulu.

House Financial Services: di sini undang-undang lahir

Gak cuma Kongres federal, race tingkat negara bagian (state-level) juga kritis. Gubernur dan Attorney General (AG) punya kekuasaan langsung soal enforcement: lisensi money transmitter, investigasi penipuan, hingga larangan staking. New York AG Letitia James udah gugat KuCoin, CoinEx, dan Nexo — dia lagi re-election dan pasti bakal terus agresif. Di California, gubernur Gavin Newsom veto bill lisensi kripto tahun lalu tapi tekan regulasi yang lebih ketat. Texas, Florida, dan Wyoming jadi safe haven berkat gubernur pro-kripto (Abbott, DeSantis, Gordon). Kalau kamu founder startup kripto, state di mana kamu incorporate dan operate bakal tentuin biaya compliance kamu bertahun-tahun ke depan.

Gubernur dan AG: penegak hukum di depan mata

Jadi apa yang harus kamu lakuin sekarang? Pertama, cek race di district dan state kamu — jangan cuma lihat presiden. Kedua, ikutin dana kampanye: siapa yang terima uang dari industri kripto (Fairshake PAC, Coinbase, Ripple) dan siapa yang ditopang anti-kripto (Warren, SEC). Ketiga, pahami posisi kandidat soal FIT21, stablecoin bill, dan strategic reserve — gak cuma 'pro-kripto' secara umum. Keempat, siapin skenario: kalau Demokrat kontrol Senati tapi Republiken kontrol House, gridlock bakal terus dan regulasi lewat lewat rulemaking SEC/CFTC, bukan undang-undang. Kalau Republiken kontrol keduanya, bill besar bisa lewat tapi butuh kompromi internal.

  • Senati Ohio: Sherrod Brown (D) vs Bernie Moreno (R) — anti vs pro kripto
  • Senati Pennsylvania: Bob Casey (D) vs Dave McCormick (R) — penentu mayoritas
  • House NY-17: Mike Lawler (R) vs Mondaire Jones (D) — komite Jasa Keuangan
  • AG New York: Letitia James (D) re-election — enforcement paling agresif
  • Gubernur North Carolina: Josh Stein (D) vs Mark Robinson (R) — state crypto hub

Bottom line: pemilu 2026 gak soal siapa paling suka Bitcoin, tapi siapa yang bakal nulis aturan main untuk 4 tahun ke depan. Industri kripto udah belajar keras 2021-2024: gak ada regulasi clariity berarti enforcement by enforcement, bank gak mau banking crypto company, dan founder pindah ke Singapore atau Dubai. Kamu gak perlu jadi pakar politik, tapi wajib tahu siapa yang duduk di kursi kuasa. Mulai sekarang, catet nama-nama di atas, cek polling, dan — paling penting — daftar pilih dan pergi voting. Nasib portfolio kamu mungkin nggak bergantung pada siapa jadi presiden, tapi siapa jadi senator dan congressman kamu.

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Pemilu tengah 2026 sebentar lagi, dan meski kripto gak jadi topik panas di debat, hasilnya bakal ngaruh banget ke aturan main industri. Ini race-race kunci yang harus kamu incarin.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk→
Elizabeth WarrenHouse of RepresentativesSenat ASpemilu 2026regulasi kripto